Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Kemenag Singkawang Gelar Pelatihan Imam dan Khatib

Senin 13 Jan 2020 14:14 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kemenag Singkawang Gelar Pelatihan Imam dan Khatib.

Kemenag Singkawang Gelar Pelatihan Imam dan Khatib.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pelatihan imam dan khatib untuk memberi pemahaman pelaksanaan syariat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, Kalimantan Barat menggelar pelatihan bagi imam dan khatib yang ada di wilayah itu guna memberikan pemahaman terkait syariat Islam dalam meningkatkan peran imam dan khatib bagi masyarakat.

"Pelatihan ini sangat penting guna memberikan pemahaman tentang pelaksanaan syariat Islam dan meningkatkan peran imam dan khatib dalam pembinaan agama di kalangan masyarakat," kata Kepala Kemenag Kota Singkawang, Nahruji, Senin (13/1).

Menurutnya, pelatihan bagi imam dan khatib ini tentu sangat bermanfaat mengingat peran dan kedudukan kedua pemuka agama selalu berinteraksi dengan masyarakat dalam kegiatannya. "Kegiatan ini juga untuk menyamakan visi dan misi imam dan khatib. Tak ketinggalan untuk menciptakan regenerasi imam dan khatib sehingga mereka mengetahui seperti apa syarat menjadi seorang imam dan khatib," ujarnya.

Selain itu, para imam dan khatib dapat menangani berbagai isu dengan baik. Imam dan khatib bisa menjadi saluran informasi bagi masyarakat tentang berbagai kebijakan dan program pemerintah.

"Acara ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkot Singkawang. Perlu kita ketahui pembinaan umat melalui khutbah dan ceramah adalah salah satu aksi penting untuk meningkatkan keislaman bagi masyarakat," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena terpilih untuk mengikuti pelatihan sebagai imam dan khatib. "Kita harus bersyukur, karena bapak-bapak disini diberi kesempatan mengikuti pelatihan imam dan khatib," katanya.

Dia mengungkapkan, kiat menjadi seorang khatib harus menguasai materi. Selain itu, menjadi khatib harus dengan ketulusan dan keikhlasan.

"Ingat, jangan sampai dikaitkan dengan materi. Ini menjadi amal jariyah. Jangan sampai ada penetapan tarif," katanya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Kantor Kemenag Singkawang dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Singkawang yang selama ini aktif membina dan melakukan koordinasi kepada pengurus masjid di Kota Singkawang.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA