Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Mengapa Makam Penyebar Islam Indonesia Banyak di Atas Bukit?

Selasa 07 Jan 2020 06:15 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Makam penyebar Islam menjadi bukti kuat dakwah Islam di Nusantara.  Foto kompleks Makam Sunan Muria, salah satu Walisongo yang merupakan penyebar agama Islam di Pulau Jawa, terlihat dari lereng Gunung Muria Kudus, Jawa Tengah, Jumat (12/8).

Makam penyebar Islam menjadi bukti kuat dakwah Islam di Nusantara. Foto kompleks Makam Sunan Muria, salah satu Walisongo yang merupakan penyebar agama Islam di Pulau Jawa, terlihat dari lereng Gunung Muria Kudus, Jawa Tengah, Jumat (12/8).

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Makam penyebar Islam menjadi bukti kuat dakwah Islam di Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu aspek kesinambungan dalam tata cara pemakaman di Jawa adalah penggunaan bukit atau gunung sebagai tempat makam yang dianggap suci. Tradisi yang dipercaya berasal dari masa pra-Islam ini kemudian diwariskan secara turun-temurun dan berlanjut hingga sekarang.

Baca Juga

Di Barus, Sumatra Utara dan Aceh, bentuk-bentuk hiasan makamnya sangat didominasi gaya lokal. Seperti bentuk-bentuk antropormofik di Barus. Sedangkan di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, bentuk-bentuk makam Islam yang ditemukan di sana nampak menonjol menampilkan anasir-anasir megalitis dan hinduistis.

Sedangkan di Sulawesi, makam-makam kuno Islam yang berada di sana bercorak lokal. Dihiasi dengan hiasan floralistik, antropomorfis, dan beberapa di antaranya menyerap unsur-unsur megalitis layaknya yang berada di Kabupaten Solok.

Kehadiran makam-makam Islam di Jawa dan Asia Tenggara berhubungan erat dengan perkembangan serta sosialisasi Islam di kawasan tersebut. Dari penemuan makam-makam Islam ini setidaknya diketahu bahwa Muslim dari India, Arab, dan Persia telah mengadakan kontak dengan komunitas Jawa dan Nusantara pada abad 7-8 Masehi.

Dalam buku Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia karya Hasan Muarif Ambary dijelaskan, tanda kedatangan Islam di Jawa nampak jelas dari adanya makam-makam yang berada di wilayah Leran, Gresik, atau sebelah barat Surabaya. Salah satu nisan makam dalam komplek tersebut berangka tahun 475 Hijriah atau sekitar 1082 Masehi.

Makam tersebut atas nama Fatimah binti Maemun bin Hibatallah. Makam serupa juga ditemui di Padurangga (Phanrang), Vietnam. Kesamaan kedua makan di wilayah yang berbeda ini yakni dihiasi dengan pahatan kata dengan huruf Arab bergaya kufi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA