Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Pria Filipina Mualaf Usai Kenang Kematian Tentara Utsmaniyah

Jumat 03 Jan 2020 11:34 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah

Pria Filipina Mualaf Usai Kenang Kematian Tentara Utsmaniyah. Mualaf/Ilustrasi

Pria Filipina Mualaf Usai Kenang Kematian Tentara Utsmaniyah. Mualaf/Ilustrasi

Foto: ROL/Ilustrasi Mardiah
Pria Filipina itu takjub dengan keyakinan tentara Utsmaniyah yang mati syahid.

REPUBLIKA.CO.ID, ERZURUM -- Hidayah Allah SWT bisa datang lewat berbagai cara. Seperti hidayah yang diperoleh seorang guru Filipina yang akhirnya memutuskan memeluk Islam setelah merasa takjub dengan keyakinan para tentara yang mati syahid dalam Perang Dunia I, yakni pada pertempuran Sarikamish di Turki Timur Laut.

Baca Juga

Pertempuran Sarikamish adalah pertemuan yang melibatkan kekaisaran Utsmaniyah dan Kekaisaran Rusia pada 1915. Perang itu merenggut nyawa hampir 90 ribu tentara Ottoman karena kedinginan di distrik Sarikamish Provinsi Kars.

Ialah Abdullah Ramosa seroang guru asal Filipina berusia 37 tahun yang mengajar di Kuwait. Sebelumnya, ia beragama Kristen dan menjadi mualaf setelah menghadiri peringatan Sarikamis Martha Memorial Climb pada tahun lalu di pegunungan Sarikamish atau disebut pegunungan Allahuekber.

"Kepercayaan tentara yang mati syahid di kota Sarikamish adalah alasan utama dibalik pilihan saya," kata Ramosa yang juga aktif di gerakan kepanduan seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (3/1).

Ramosa melakukan perjalanan dari Kuwait ke Erzurum dan melanjutkannya ke Sarikamish untuk berkemah bersama para anggota kepanduan lainnya yang turut menghadiri peringatan itu. "Tantangan yang dimiliki para prajurit di Pegunungan Allahuekber memberikan kontribusi moral kepada saya. Banyak orang mati syahid di gunung," kata Ramosa yang sebelum memeluk Islam bernama Oni.

Dalam kemah itu, Ramosa pun merasakan apa yang dirasakan para tentara Utsmaniyah yang mati syahid setelah kedinginan di pegunungan itu. Ramosa pun mengatakan Islam sebagai hadist terbesar bagi dirinya dari Allah SWT.

"Setelah menjadi Muslim saya pergi umrah, yang membuat saya merasakan Islam. Ketika saya kembali ke Filipina, salah satu anggota kepanduan juga memeluk Islam. Saya berdoa agar yang lain menjadi Muslim juga," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA