Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Pembangunan Museum Rasulullah Dimulai 2020

Kamis 26 Dec 2019 15:06 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

etua Harian Dewan Pengurus Masjid (DMI) Syafruddin menemui Nasir Al Zahrani selaku General Supervisor pendirian Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Makkah, Rabu (13/2)

etua Harian Dewan Pengurus Masjid (DMI) Syafruddin menemui Nasir Al Zahrani selaku General Supervisor pendirian Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Makkah, Rabu (13/2)

Foto: DMI
Pemerintah menyiapkan lahan 20 hektare untuk Museum Rasulullah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembangunan awal (groundbreaking) Museum Rasulullah pertama di Indonesia bakal dimulai pada 2020 nanti. Pemerintah menyiapkan lahan hibah seluas 10-20 hektare untuk pembangunan tersebut.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni menyampaikan, saat ini pemerintah Indonesia telah menyiapkan lahan dengan status hibah dari negara untuk pembangunan itu. Sedangkan di sisi Arab Saudi, kata dia, persiapan pembangunan sudah masuk ke dalam tahapan naskah perjanjian.

“Insya Allah secepatnya groundbreaking, bisa 2020 karena lahannya sudah ada,” kata Imam saat dihubungi Republika, Kamis (26/12).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pembangunan museum Rasulullah oleh Indonesia sudah sangat konkret dan siap. Saat ini pun, persiapan pemenuhan lahan sudah sepenuhnya dapat difinalisasi. Tak hanya itu, kata dia, kesiapan pembangunan Museum Rasulullah sudah masuk ke dalam tahapan rancang bangun, alias desain arsitekturnya.

Seperti diketahui, Indonesia terpilih menjadi lokasi pertama di luar Arab Saudi yang berhak untuk melakukan pembangunan Museum Rasulullah. Museum di Indonesia ini dibangun bersamaan dengan Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy di Makkah dan Museum Shirah Nabawiyah di Madinah, Arab Saudi.

Dalam tahapan pembangunan nantinya, dia menekankan, pemerintah akan mempekerjakan para sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Unggul di sini berarti para SDM tersebut minimal harus menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris guna melancarkan proses komunikasi.

“Kami utamakan yang SDM-nya ini bisa bahasa Arab dan bahasa Inggris, karena kami ingin pembangunan Museum Rasulullah ini sesuai dengan harapan umat,” ungkapnya.

Meski sudah menyiapkan sejumlah lahan hibah untuk pembangunan, Imam belum dapat membuka berapa anggaran yang disiapkan dalam pembangunan tersebut. Hanya saja yang pasti, dari segi pembiayaan, pemerintah Indonesia tak mengalami kendala berarti dan pembangunan diharapkan dapat selesai selama satu tahun nanti.

“Saya rasa enggak lama ya, setahun mungkin kelar pembangunannya setelah groundbreaking itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA