Rabu 25 Dec 2019 11:47 WIB
Pelatihan 'Konsep Ekonomi Suprarasional'

Bang Read1 Dorong Pengurus DKM Sebagai Penggerak Ekonomi

Konsep ini mengoptimalkan peran masjid dengan ekonomi syariah dan penguatan media.

Rep: Nur Hasaan Murtiaji/ Red: Agus Yulianto
Bang Read1 menggagas Pelatihan Suprarasional yang menyasar Pengurus dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah Bogor.
Foto: Klinik Pendidikan MIPA
Bang Read1 menggagas Pelatihan Suprarasional yang menyasar Pengurus dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Selain menjadi sarana ibadah, masjid memiliki peran signifikan bagi pembangunan bangsa. Salah satunya yang kini tengah ramai adalah pemberdayaan ekonomi umat. 

Peran penting inilah yang memotivasi Bang Read1 menggagas 'Pelatihan Suprarasional' yang menyasar pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) wilayah Bogor. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu-Ahad (21-22/12) itu diikuti 42 peserta dari 21 DKM. 

Pendiri Bang Read1, Ridwan Hasan Saputra (RHS) mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan melatih para pengurus DKM agar memiliki konsep cara berpikir suprarasional, mengoptimalkan peran masjid dengan ekonomi syariah dan penguatan media sebagai literasi umat. 

“Dalam bidang keuangan dan ekonomi, para pengurus DKM nantinya didorong agar memiliki peran sebagai penggerak ekonomi, salah satu dukungan Bang Read1 adalah melalui program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan jaminan fisik bagi para jamaahnya,” ujar RHS dalam keterangannya yang diterima Republka.co.di, Rabu (25/12). 

Meskipun memberikan pinjaman tanpa bunga dan jaminan, Bang Read1 tetap memiliki prosedur dan persyaratan khusus kepada masyarakat yang hendak mengajukan pinjaman kepada Bang Read1. Kata dia, bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman harus memenuhi persyaratan, yaitu rajin beribadah ke Masjid dan memiliki kegiatan usaha. 

Kemudian, masyarakat dapat menghubungi pengurus DKM setempat yang sudah mendapat persetujuan dan mengikuti pelatihan bersama Bang Read1. Di samping itu, Masjid pun berkesempatan mendapat titipan modal usaha sebesar dua puluh juta rupiah dari Bang Read1 untuk mereka pinjamkan ke warga yang berada di sekitar Masjid/Musala. 

photo
Bang Read1 menggagas Pelatihan Suprarasional Khusus Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

RHS menambahka, keunikan lainnya dari program titipan modal usaha ini adalah jika sudah berjalan selama satu tahun, Bang Read1 akan memberikan 50 persen dari dana titipan kepada DKM untuk digunakan operasional dan pembangunan Masjid/Musala. 

RHS berharap, semoga dengan hadirnya program pinjaman tanpa bunga dan jaminan fisik dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Selain itu, misi Bang Read1 berikutnya adalah dapat membantu seluruh lapisan masyarakat agar terhindar dari riba. 

Kepala BUMDes Laladon, Yani Budiman,  menyambut positif gagasan Bang Read1 untuk mendukung UMKM lewat program suprarasional dan pinjaman tanpa bunga. “Sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan untuk menata hidup agar lebih baik," ujarnya. 

Di zaman sekarang ini, tak hanya cukup mengandalkan cara berpikir rasional. Jika menggunakan kalkulator manusia (rasional), bisnis yang mengandalkan rasional akan menemui kekecewaan jika bertemu rugi. "Tetapi, kalau sudah allāhuṣ-ṣamad, berorientasi kepada Allah, InsyaAllah hati akan merasa tenang dan tak mudah putus asa," ucap dia. 

Hal senada juga diungkapkan Pengurus DKM Al Huda yang termotivasi untuk menyebarluaskan konsep suprarasional di wilayahnya. ”Langkah pertama yang akan saya lakukan yaitu menggelar pelatihan suprarasional khusus jamaah agar semakin banyak masyarakat yang terbuka akal dan hatinya,” kata Rina. 

Selain itu, Rina pun mengapresiasi langkah Bang Read1 yang telah menghadirkan program pinjaman tanpa bunga untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan finansial kegiatan UMKM. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement