Selasa 24 Dec 2019 00:15 WIB

Korban Meninggal Unjuk Rasa India Tinggalkan Istri dan Anak

Demonstrasi menentang UU Kewarganegaraan India memakan korban jiwa.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Polisi berpatroli di sebuah jalan di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, Ahad (22/12). India dilanda gelombang demonstrasi dengan kekerasan. Demonstrasi menolak UU Kewarganegaraan yang dinilai anti-Muslim.
Foto: AP Photo/Rajesh Kumar Singh
Polisi berpatroli di sebuah jalan di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, Ahad (22/12). India dilanda gelombang demonstrasi dengan kekerasan. Demonstrasi menolak UU Kewarganegaraan yang dinilai anti-Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Salah satu korban dari unjuk rasa terkait UU Kewarganegaraan atau Citizenship Amendment Act (CAA) di India Noor Mohammed meninggal karena luka tembak pada 20 Desember lalu. Ia meninggalkan satu orang putri dan istri yang sedang hamil.

"Dia telah meninggalkan seorang putri berusia 1,5 tahun, dan seorang istri yang sedang hamil enam bulan. Siapa yang akan melawan kasusnya?" kata

Baca Juga

kakak lelaki Noor, Umardaraz, dilansir di The Hindu, Senin (23/12).

Para tamu datang untuk berduka atas kematian Noor. Mereka tidak dapat melihat Noor karena ia dimakamkan di Daurala pada Sabtu malam, sebuah kota antara Muzaffarnagar dan Meerut, di mana Noor dirujuk setelah cedera parah.

Menurut Umardaraz, polisi berpikir jika mayat Noor dibawa ke Muzaffarnagar, hal itu akan lebih menciptakan situasi hukum dan ketertiban. Unjuk rasa menentang UU Kewarganegaraan berubah menjadi kekerasan.

Kekerasan itu menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya cedera. Tidak ada yang mengetahui dari mana peluru itu berasal.

Umardaraz turut menjadi bagian dari protes. Ia mengatakan, tembakan dilepaskan setelah anggota parlemen setempat dan Menteri Persatuan Sanjeev Baliyan muncul di tempat kejadian dengan para pendukungnya di Mahavir Chowk. Sementara Baliyan tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

"Dia mendorong polisi mengambil tindakan terhadap para pengunjuk rasa yang damai. Kami ingin melawan tetapi kami tahu ini adalah pertarungan yang kalah. Hanya Tuhan yang bersama kita sekarang," kata Umardaraz.

Noor merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia berpenghasilan 400 hingga 500 rupee per hari. "Kami belum mengajukan gugatan apa pun. Ada tekanan dari polisi untuk tidak membicarakan kasus ini," kata Umardaraz.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement