Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Indonesia Perlu Tingkatkan Diplomasi dengan Yaman

Senin 16 Dec 2019 03:10 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Indonesia Perlu Tingkatkan Diplomasi dengan Yaman . Foto: Ziarah keilmuan di Yaman.

Indonesia Perlu Tingkatkan Diplomasi dengan Yaman . Foto: Ziarah keilmuan di Yaman.

Foto: dok. Al Zahra
Yaman dikenal sebagai tempatnya para wali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan hubungan diplomasinya dengan Yaman agar warga negaranya yang berkunjung ke Yaman khususnya Hadramaut bisa bebas visa. Negara ASEAN yang masuk bebas visa ke negeri seribu wali itu baru Malaysia.

Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Muhammad Baharun berpendapat ada dua hal yang harus dibuka hubungan lebih baik lagi antara Indonesia dengan Yaman Selatan khususnya Hadramaut. Pertama faktor historis Hadramaut Yaman Selatan kedua faktor spiritual melalui situs-situs sejarah di Yaman yang perlu dikunjungi umat Islam Indonesia.

"Historisnya yaitu para ulama-ulama pelopor dakwah Islamiyah di Indonesia ini adalah Wali Songo. Wali Songo itu Cikal bakalnya keturunan dari Hadramaut," kata Prof Muhammad saat berbincang dengan Republika belum lama ini.

Prof Baharun mengatakan, alasan Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan hubungan diplomasi dengan Yaman karena di Yaman Selatan khususnya Hadramaut memiliki makam-makam para waliyullah. Oleh karena itu Hadramaut dijuluki sebagai makam seribu wali atau makam zambal seribu wali plus makam sahabat nabi.

"Nah di sanalah pusat dari thoriqoh paling tua dan teristimewa yaitu thoriqoh Alawiyah yang juga dikembangkan oleh Al Habib Abdullah al-haddad yang sampai sekarang pengaruhnya itu bukan hanya di nusantara tetapi di Asia," katanyam

Prof Muhammad mengatakan, Habib Abdullah merupakan pengarang ratib haddad yang karangannya dibaca secara rutin oleh umat Islam khususnya di Indonesia yang bermazhab ahli Sunnah Wal Jamaah, dan lebih khusus lagi umat Islam yang bermadzhab Syafi'i.

"Umumnya di pondok-pondok juga membaca kitab Ratib Al Haddad. Keistimewaan keistimewaan inilah yang mendorong umat Islam Indonesia khususnya kalangan sunni nahdiyin," katanya.

Menurut Muhammad Baharun, umat Islam Indonesia yang memiliki hubungan emosional dengan para habaib yang ada di Indonesia tentunya ingin melihat dari dekat Zambal Makam Seribu Wali. Untuk itu sudah sepatutnya pemerintah Indonesia meningkatkan hubungan diplomasinya agar Indonesia bisa bebas visa.

"Tentu tujuannya ingin menyambung sanad keguruan ajaran Islam itu ke Hadramaut Yaman bagian selatan ini," katanya.

Melihat begitu kental nilai historis dan spiritual umat Islam Indonesia dengan Hadramaut, sudah selayaknya pihak Kedutaan Besar Yaman di Indonesia itu memudahkan warga Muslim yang mengajukan permohonan visa ke Yaman. Lebih baik lagi kata dia, seharusnya Yaman membebaskan visa untuk Indonesia seperti halnya Malaysia.

"Karena masyarakat ini menginginkan tanpa visa akan tetapi kalau kebijakan itu dengan visa tidak apa-apa dengan visa tapi memudahkan untuk orang ziarah," katanya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA