Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Muslim India Diminta tak Takut RUU Kewarganegaraan

Kamis 12 Dec 2019 05:40 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Warga India menyalakan obor memprotes RUU kewarganegaraan yang dinilai anti-Muslim di Gauhati, India, Senin (9/12). RUU tersebut masih didebatkan di parlemen India.

Warga India menyalakan obor memprotes RUU kewarganegaraan yang dinilai anti-Muslim di Gauhati, India, Senin (9/12). RUU tersebut masih didebatkan di parlemen India.

Foto: AP Photo/Anupam Nath
Mendagri mengatakan RUU Kewarganegaraan tak terkait Muslim di India.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengajukan RUU Amandemen Kewarganegaraan di Rajya Sabha, Rabu (11/12). Dia mengatakan umat Islam di India tidak perlu takut dengan RUU tersebut.

"Mereka (Muslim) akan tetap menjadi warga negara, (tapi) ada upaya yang menyebarkan informasi yang salah yang menyebutkan RUU ini bertentangan dengan Muslim," kata Amit Shah.

Ia menegaskan, RUU Amendemen Kewarganegaraan hanya untuk komunitas minoritas di negara tetangga. Jadi RUU ini tidak ada hubungannya dengan Muslim di India.

Ia mengatakan, Muslim di India aman dan akan tetap aman. Dia juga memohon kepada umat Islam di India tidak termakan informasi yang salah.

"Tolong jangan salah arah, tolong jangan hidup dalam ketakutan, hiduplah tanpa rasa takut," ujar Amit Shah, dilansir di NDTV, Rabu (11/12).

RUU Amendemen Kewarganegaraan berupaya memudahkan para migran non-Muslim dari Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh yang memasuki India sebelum 2015 menjadi warga India. RUU ini telah diajukan ke Majelis Rendah India atau Lok Sabha dan mendapat dukungan 334 suara. Sementara, 106 suara menentang RUU Amendemen Kewarganegaraan itu.

Amit Shah mengatakan, beberapa orang mengatakan India harus memberikan kewarganegaraan kepada siapa pun dari negara tetangga. Ketiga negara tetangga India mayoritas Muslim.

"Apa yang dikatakan beberapa orang? Kita harus memberikan kewarganegaraan kepada Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan? Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana sebuah negara bisa berfungsi seperti ini?" kata Amit Shah.

Namun, partai-partai oposisi mengatakan RUU Amendemen Kewarganegaraan mendiskriminasikan umat Islam. RUU itu juga dinilai melanggar prinsip kesetaraan dan sekularisme yang diabadikan dalam konstitusi India.

RUU Amendemen Kewarganegaraan juga memicu protes besar-besaran di negara-negara bagian timur laut. "RUU itu melukai jiwa India, saya yakin RUU ini serangan terhadap pondasi konstitusi India," kata Anand Sharma dari kongres.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA