Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Potret Kerukunan Singkawang Jadi Rujukan Studi Banding

Jumat 06 Dec 2019 23:13 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
FKUB Bangka Barat studi banding ke Singkawang.

REPUBLIKA.CO.ID, MENTOK— Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belajar membumikan sikap toleransi ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

"Kami berharap pertemuan dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan Wali Kota Singkawang ini bisa menambah wawasan para pengurus FKUB dan MUI Kabupaten Bangka Barat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Bupati Bangka Barat, Markus, saat dihubungi dari Mentok, Jumat (6/12).

Menurut dia, Kota Singkawang merupakan daerah paling toleran di Indonesia sehingga cocok untuk dijadikan tempat belajar, berdiskusi dan bertukar pengalaman pola membumikan dan memperkuat toleransi yang selama ini sudah terpelihara baik di wilayah berjuluk "Bumi Sejiran Setason".

Baca Juga

Bupati Markus dalam kunjungannya ke Singkawang didampingi para pejabat di lingkungan Pemkab Bangka Barat, antara lain Kabag Kesra, para camat, Kepala Badan Kesbangpol, pengurus FKUB dan MUI yang diterima langsung Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, sewjumlah pejabat di lingkungan Pemkot Singkawang, perwakilan Kemenag, MUI, dan pengurus FKUB setempat.

Menurut Markus, Kota Singkawang berpenduduk heterogen dan pemerintah kota setempat berhasil dalam mengelola keberagaman agama sebagai wujud toleransi dengan cukup baik. "Masyarakat Singkawang cukup heterogen yang secara kultur dan karakteristik tak jauh berbeda dengan Bangka Barat," katanya.

Berdasarkan informasi Wali Kota, di Singkawang selama ini belum ditemukan penolakan eksistensi terhadap identitas yang berbeda, seluruh warga berbaur tanpa membedakan identitas kesukuan, agama dan antargolongan.

"Pola bermasyarakat yang harmonis, menjaga kebersamaan, kerukunan dan toleransi sejati yang ingin kita gaungkan terus di Bangka Barat," ujarnya.

Menurut dia, dalam bermasyarakat, warga di daerah itu saling menghormati dan menyadari perlunya saling mendukung serta mengutamakan kerja sama sehingga bisa mendukung berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat di daerah yang memiliki 16 suku tersebut.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA