Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Kontak Ottoman Islam dan Nusantara, Ibnu Batutah: Hosmusam!

Rabu 11 Dec 2019 06:00 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Kesultanan Ottoman sudah melakukan kontak dengan Nusantara. Foto sultan-sultan Ottoman

Kesultanan Ottoman sudah melakukan kontak dengan Nusantara. Foto sultan-sultan Ottoman

Foto: Arabicpost
Ibnu Batutah menemukan bukti Ottoman Islam di Nusantara terjadi kontak.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Seorang pengembara dari Afrika bernama Abu Abdullah Muhammad bin Batutah tercatat menjadi tamu Sultan Malikussaleh di Kesultanan Samudera Pasai sekitar  1245-1346. Pengembara yang dikenal dengan nama Ibnu Battuta ini membuat catatan tentang wilayah Aceh dan Pulau Tawalisi pada masa itu.

Baca Juga

Ibnu Batutah mencatat bahwa tradisi-tradisi di Aceh memiliki kemiripan dengan tradisi Kesultanan Turki di New Delhi, India. Permainan alat musik Nevbet, pakaian kebesaran sultan, dan upacara khusus untuk sultan menarik perhatian Ibnu Battuta.

Ibnu Batutah selanjutnya mengunjungi Pulau Tawalisi setelah berkunjung ke Pulau Sumatra selama 15 hari. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Ibnu Batutah tinggal lebih lama di wilayah Samudera Pasai. Di Pulau Tawalisi, dia mencatat ada seorang pangeran yang mampu berbicara dengan Bahasa Turki.

Berdasarkan buku Turki Utsmani-Indonesia Relasi dan Korespondensi Berdasarkan Dokumen Turki Utsmani yang diterbitkan Hitay 2017, Ibnu Battuta menyebut Tawalisi ada di wilayah Nusantara. Tapi ada yang membantahnya dan menyebut Tawalisi ada di wilayah Filipina selatan.

Terlepas dari perbedaan pandangan tentang letak geografis Pulau Tawalisi, Ibnu Batutah melalui catatannya mengaku bertemu pangeran yang bisa bicara bahasa Turki ke para pelancong.  

Dia menggambarkan penduduk Pulau Tawalisi memiliki kulit kemerahan dan berparas menarik. Wajahnya mirip dengan orang-orang Turki. Para perempuan di Tawalisi sangat berani dan seperti terlatih secara militer.  

"Hosmusam," kata pangeran yang bisa berbicara dengan Bahasa Turki kepada Ibnu Batutha. Hosmusam dalam Bahasa Turki menurut catatan Ibnu Batutah artinya selamat datang.

Menurut buku Turki Utsmani-Indonesia Relasi dan Korespondensi Berdasarkan Dokumen Turki Utsmani, dalam hikayat Melayu disebutkan beberapa keluarga kerajaan Melayu keturunan orang Turki. Buku tersebut menyebutkan, dulu Kesultanan Aceh memfasilitasi ribuan pedagang dari Asia Barat, Arab, Iran dan Turki untuk memiliki masjid, sekolah, pasar dan tempat tinggal berupa perkampungan. 

Sehingga para pemuka adat dan sarjana setempat berpandangan bahwa Bangsa Aceh merupakan perpaduan antara keturunan Arab, Iran, dan Turki. Teori ini muncul karena adanya tentara, ahli senjata dan teknisi militer Turki di wilayah Aceh.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA