Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Puasa Ayyamul Bidh, Asal-usul, dan Tata Cara Niatnya

Selasa 10 Des 2019 19:56 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Puasa ayyamul bidh dilakukan secara rutin oleh Rasulullah dan para sahabat. Foto ilustrasi menunggu buka puasa

Puasa ayyamul bidh dilakukan secara rutin oleh Rasulullah dan para sahabat. Foto ilustrasi menunggu buka puasa

Foto: Republika/Prayogi
Ayyamul bidh dilakukan pada pertengahan bulan Qamariyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriyah berdasarkan kalender Qamariyah. 

Baca Juga

Puasa ini dilakukan hanya tiga hari setiap pertengahan bulan yakni 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah, kecuali hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.  

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis menjelaskan tentang puasa Ayyamul Bidh tersebut. 

Menurut dia, sebelum Nabi Muhammad Saw mendapat kewajiban berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan, memang ada beberapa model puasa yang telah dilakukan umat nabi sebelumnya. 

Salah satu contohnya yaitu puasa Nabi Daud, yakni puasa yang dilakukan selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari lagi tidak berpuasa. "Kemudian ada juga seperti halnya puasa dalam riwayat oleh nabi sebelumnya yaitu puasa tiga hari Ayyamul Bidh. Bahkan, Nabi dulu sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan masih melaksanakan puasa pada 13, 14, dan 15 itu," ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Selasa (10/12). 

Kemudian, lanjutnya, setelah diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan, maka Nabi Muhammad tidak lagi mewajibkan pada dirinya untuk berpuasa Ayyamul Bidh, tetapi nabi melakukannya sebagai puasa sunah, yakni puasa yang dianjurkan. 

Menurut Kiai Cholil, keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah barang siapa yang mengerjakannya akan mendapatkan ganjaran seperti berpuasa selama setahun penuh. 

"Nabi selalu melakukan puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini juga disebut Ayyamul Ghurri, yang artinya kepalanya itu putih atau ubun-ubunnya putih. Itu sunah dilakukan oleh kita sampai sekarang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.  

Pada Desember 2019 ini, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada Selasa (10/12), Rabu (11/10), dan Kamis (12/10). Bagi umat Islam yang ingin mengerjakan puasa sunnah ini bisa membaca niat sebagai berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامَ الْبَيْضِ سُنّةً للهِ تَعَالى 

Nawaitu shauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi Ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala."

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA