Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Yusuf Islam dan Misi Perdamaian 'Peace Train'

Senin 02 Dec 2019 12:13 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Cat Steven alias Yusuf Islam menerima penghargaan lifetime achievement award dari ibu negara Turki, Emine Erdogan, di Istanbul.

Cat Steven alias Yusuf Islam menerima penghargaan lifetime achievement award dari ibu negara Turki, Emine Erdogan, di Istanbul.

Foto: Presidential Press Service via AP
Proyek Peace Train adalah proyek amal sedunia yang didirikan oleh Yusuf Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Penyanyi Inggris, Yusuf Islam mengatakan untuk membangun perdamaian membutuhkan upaya yang keras. Ini disampaikan Yusuf setelah memperoleh penghargaan atas pencapaian seumur hidup dari TRT World Citizen pada 28 November lalu.

Dalam kesempatan itu, pria yang lahir dengan nama Stephen Demetre Georgiou itu juga membahas tentang proyek Peace Train atau kereta perdamaiannya. Yusuf yang juga seorang penulis lagu serta dermawan di Inggris itu mengawali pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Menurut Yusuf selalu ada banyak hal baik untuk dilakukan.

"Saya pikir mempublikasikan pekerjaan yang baik itu bagus. Itu membantu mendorong orang untuk berpikir melakukan pekerjaan yang baik, bukan hanya duduk dan tak melakukan apa-apa," kata Yusuf seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (2/12).

Yusuf pun yakin bahwa penghargaan yang diberikan untuk pekerjaan kemanusiaan akan jauh lebih baik dari pada penghargaan untuk musik dengan alasan protes ketidaksetaraan dan kemiskinan. Bagi Yusuf perdamaian adalah tak adanya konflik dan itu mencakup banyak hal.

"Damai itu tak ada gangguan dan ketidak seimbangan. Perdamaian tak hanya dicapai dengan duduk dan tak ada suara, tak ada gangguan. Ini lebih berkaitan dengan seluruh pandangan holistik kehidupan manusia," katanya.

Dan meski banyak orang yang memprotesnya saat pertama kali menulis lagu berjudul Peace Train pada 1970an, namun kini Peace Train telah menjadi proyek amal yang didirikan oleh Yusuf untuk membantu orang yang membutuhkan. "Lagu itu muncul sebagai lagu yang positif, optimis dan berbicara tentang memikirkan hal-hal yang baik kedepannya, Peace Train adalah simbol pergi ke suatu tempat bersama tak terpisahkan," katanya.

Sebelumnya Yusuf berkali-kali menulis lagu tentang dunia adalah satu, ia juga mengatakan bahwa penyanyi the Beatles, John Lennon juga menulis banyak lagi tentang dunia adalah satu dengan pemikiran yang sama. "Lagu itu mengilhami proyek (Peace Train) di mana kami ingin menjalankan satu hadits, untuk memberi makan orang lapar dan menyambut damai orang-orang yang anda kenal, dan mereka tak tahu. Itu berarti memberi makna orang lapar dan menyebarkan perdamaian adalah kewajiban mendasar untuk mencapai yang kita inginkan di dunia untuk perdamaian dan kesetaraan," katanya.

Proyek Peace Train adalah proyek amal sedunia yang didirikan oleh Yusuf dengan tujuan untuk membantu yang membutuhkan. “Transporter yang kita bangun akan mengirimkan bantuan ke kota-kota miskin, ke kamp-kamp pengungsi ke kota-kota bagian dalam, ke London, anda mungkin bertanya di London? Tidak ada kemiskinan di London. Ya, ada kemiskinan di London. Kemiskinan di New York, kemiskinan ada di semua kota besar dunia, ”tambahnya.

Yusuf pun mengatakan proyek tersebut kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan dia ingin melakukan lebih banyak proyek Peace Train itu di Turki.

“Kami memiliki kereta kecil yang sekarang berada di bea cukai menunggu untuk berada di sini dan itu sedikit menyenangkan mencoba pergi ke kamp pengungsi Gaziantep untuk anak-anak dengan beberapa hadiah dan barang-barang, buku dan T-shirt dan mainan dan pensil dan yang lain ," kayanya.

Sementara itu, Yusuf pun begitu mengapresiasi upaya Turki menangani pengungsi. 

"Saya benar-benar terkesan, dan benar-benar heran mengapa dunia tidak mengakui kontribusi fantastis Turki dalam bidang ini, yang menampung begitu banyak pengungsi. Dan anda tahu, bagi saya itu membuat frustrasi. Tapi pahalanya, saya pikir adalah integritas dari sifat orang-orang di Turki adalah salah satu latar belakang Abraham, Abraham adalah, jika seorang pengunjung datang dia tidak tahu, tidak masalah, dia akan memberinya makan. Dia akan memberinya kedamaian. Katakan 'Damai bersamamu' dan dia akan memberinya makan. Dan itu adalah contoh indah dari tradisi yang saya pikir kita masih hidup, sangat kuat di Turki," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA