Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Muslim Australia Bantu Layanan Pemadam Kebakaran

Jumat 22 Nov 2019 02:30 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Muslim Australia

Muslim Australia

Foto: theage.com.au
Bantuan Muslim Australia itu diharapkan dapat membantu mengatasi kebakaran hutan

REPUBLIKA.CO.ID,  WAUCHOPE -- Sebuah kelompok Muslim di Australia menyumbangkan dana sebesar 10.000 dolar kepada Layanan Pemadam Kebakaran Pedesaan New South Wales. Bantuan diberikan dalam rangka membantu mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di seluruh Australia.

Baca Juga

Pada Rabu (20/11), perwakilan dari United Muslims of Australia (UMA) memberikan sumbangan kepada petugas pemadam kebakaran di kota Wauchope di wilayah Mid North Coast di negara bagian New South Wales. Humas UMA, Ibrahim Dadoun, mengatakan kelompoknya tersebut melakukan penggalangan dana kepada para Muslim yang melaksanakan shalat Jumat pekan lalu.

"Ketika kami melihat kebakaran hutan ini telah berdampak pada begitu banyak orang dan mata pencaharian mereka, kami pikir itu adalah kewajiban kami untuk pergi dan membantu mereka," kata Dadoun kepada SBS News, dilansir Kamis (21/11).

Ia mengatakan, perjalanan dari Sydney ke komunitas-komunitas yang dilanda kebakaran di sekitar Taree adalah sesuatu yang penting. Mereka melihat beberapa rambu jalan yang benar-benar meleleh terbakar api, sehingga tidak terlihat lagi tulisan di atasannya.

"Itu adalah pemandangan yang sangat mengerikan," ujarnya.

Donasi tersebut datang ketika sejumlah penganut agama ikut membantu para korban kebakaran. Selain dari UMA, kampanye penggalangan dana dilakukan oleh Vic Alhadeff dari Dewan Perwakilan Yahudi NSW. Mereka sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari 24.000 dolar untuk membantu mereka yang terkena dampak bencana kebakaran hutan.

Dadoun pun mengapresiasi upaya dari berbagai komunitas yang berkumpul membantu saat terjadi bencana alam. Hal demikian, menurutnya, menunjukkan bahwa negara itu memiliki kehidupan multikultural yang sukes.

"Itu membuat saya bangga menjadi orang Australia," tambahnya.

Sementara itu, kondisi cuaca telah membantu upaya pemadaman kebakaran di seluruh NSW kemarin Rabu. Namun, pihak berwenang mengatakan, angin panas akan berhembus dari Australia Selatan dalam beberapa hari mendatang. Di tempat lain, tiga rumah telah hancur terbakar di Queensland tenggara, ketika kru pemadam kebakaran tengah menghadapi cuaca panas dan berangin. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 420 rumah terdampak, sementara enam nyawa dan 577 rumah menjadi korban dari kebakaran di Australia hingga saat musim kebakaran ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA