Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Survei: 8 Negara Mayoritas Muslim Berbahaya Dikunjungi

Kamis 21 Nov 2019 01:40 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan / Red: Nashih Nashrullah

Tentara Afghanistan berjaga di Kabul, Afghanistan.

Tentara Afghanistan berjaga di Kabul, Afghanistan.

Foto: AP
8 negara mayoritas Muslim tersebut tengah dilanda konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Belum lama ini pakar risiko global Internasional, SOS, telah merilis daftar 10 negara paling berbahaya untuk dikunjungi. Ironisnya, dari sepuluh negara tersebut terdapat delapan negara mayoritas Muslim.  

Menurut SOS, penyebab negara tersebut berbahaya, dikarenakan kontrol dan hukum serta ketertiban pemerintah yang sangat minim. Terlebih, ancaman yang lebih serius juga dilakukan oleh berbagai kelompok yang menargetkan pelancong atau orang asing yang ditugaskan di negara itu. 

"Di sana, layanan pemerintah dan transportasi juga nyaris tidak berfungsi. Bahkan, sebagian besar negara tidak dapat diakses oleh orang asing," Katanya seperti dilansir 5pillarsUK, Rabu (20/11). 

Lebih lanjut, negara-negara tersebut juga hampir tidak memiliki layananan kesehatan. Bahkan, SOS menegaskan bahwa dimungkinkan perawatan gigi hingga perawatan darurat juga sangat terbatas, dan lebih diperkirakan tidak ada layanan tersebut.  

"Infeksi yang ditularkan melalui makanan dan air sering terjadi.  Penyakit menular yang berpotensi mengancam jiwa seperti malaria dan kolera mungkin tetap ada dan wabah besar dapat terjadi,” tuturnya.  

Berdasarkan informasi, delapan negara mayoritas muslim itu adalah Mali, Somalia, Republik Afrika Tengah, Yaman, Libya, Suriah, Irak, dan Afganistan. Di mana negara tersebut masuk ke daftar dengan risiko keamanan perjalanan ekstrem.  

Lebih jauh, Mali menjadi negara yang memuncaki daftar tersebut, utamanya dimulai ketika konflik 2012 lalu. Berdasarkan peta risiko perjalanan itu, ada tiga kriteria yang menjadi pertimbangan utamanya, yaitu, keamanan, medis dan keselamatan perjalanan.   

Sementara itu, Venezuela, Haiti, Nigeria dan Libya masuk ke dalam kategori risiko " Sangat tinggi " terkait medis dan perjalanan, layaknya Korea Utara dan Afganistan.  

Dalam data yang dirilis itu, SOS menggunakan laporan status Global WHO untuk keselamatan jalan 2018. Di mana analis dari laporan itu menemukan bahwa Vietnam, Thailand, Belize, Arab Saudi, Afrika Selatan, Namibia, dan berbagai negara Afrika lainnya memiliki risiko keselamatan perjalanan yang tinggi.  

Sementara untuk negara dengan risiko terendah adalah, Greenland, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Denmark.  

Lebih lanjut, Inggris dan sebagian besar negara Eropa digolongkan dengan risiko perjalanan "rendah". Hal tersebut termasuk dengan Cina, Kanada, AS, Australia, Selandia Baru, dan Argentina.   

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA