Rabu 20 Nov 2019 09:40 WIB

Ulama Diminta Promosikan Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin

Sejarah mencatat negara-negara Islam menjadi model bagi komunitas lain.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko
Muslim Malaysia
Foto: telegraph.co.uk
Muslim Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG -- Para ulama dan cendekiawan Islam di negara-negara Asia Tenggara diseru untuk bersama-sama dalam mempromosikan konsep Rahmatan Lil Alamin (rahmat untuk semua alam semesta) di kawasan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr Mujahid Yusof, di acara Multaqa Ulama Asia Tenggara 2019 di Sepang, Malaysia.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan bahwa kerja sama para ulama seperti demikian secara tidak langsung dapat membantu mengatasi masalah Islamofobia, yang telah menyebabkan kebencian dan sentimen keagamaan. 

"Mari kita menjadikan kawasan kita sebagai model dan contoh. Kerusuhan di Timur Tengah, yang disebut perang atas nama Islam tidak lagi relevan untuk menjadi model bagi dunia," kata Datuk Mujahid, dilansir di Bernama, Rabu (20/11). 

Mujahid juga mengingatkan para cendekiawan Islam agar tidak merusak kerukunan ras, yang bisa memberi citra buruk pada agama Islam. Acara yang digelar pada 18-19 November 2019 itu juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim) Nik Omar Nik Abdul Aziz. Multaqa diselenggarakan oleh Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia dan Dewan Agama Islam Wilayah Federal. 

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa penyelenggaraan program multaqa adalah platform untuk membahas masalah dan masa depan umat Islam. Menurutnya, diskusi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui dan memahami masalah umat Islam. Selanjutnya, mengidentifikasi penyebabnya dan sarana yang dapat menyelesaikannya. 

"Menentukan penyebabnya adalah bagian dari upaya untuk menyelesaikan masalah. Saya berdo'a agar multaqa ini dapat mengidentifikasi penyebabnya dengan cara yang jujur dan tulus," kata Mahathir.

Sementara itu, Mahathir mengatakan bahwa dalam sejarahnya negara-negara Islam dan Muslim menjadi model bagi komunitas lain, seperti yang dilakukan orang Eropa yang menggunakan peradaban Islam untuk Rennaisans mereka. Namun, setelah peradaban Islam mencapai puncaknya, Islam mengalami kemunduran yang menyebabkan negara-negara Muslim diserang dan ditaklukkan oleh orang Barat.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan untuk menghidupkan kembali peradaban Islam dan situasi yang aman dari konsep Rahmatan Lil Alamain. Menurutnya, Islam bukan hanya agama atau kepercayaan, melainkan juga cara hidup. 

"Apa itu cara hidup Islami. Yang pasti jalan hidup kita sebagai Muslim harus dibimbing oleh ajaran Islam, terutama apa yang ada di dalam Alquran. Untuk ini kita menargetkan kemakmuran dan kedamaian Rahmatan Lil-alamin," tambahnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement