Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Gajah yang Bikin Geger Eropa di Abad Pertengahan

Rabu 13 Nov 2019 22:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Gajah (ilustrasi)

Gajah (ilustrasi)

Foto: VOA
Seekor gajah berjalan-jalan menyusuri jalanan kota Aachen, Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musim panas 802 M di Aachen, sebuah kota kuno Romawi yang sekarang terletak di perbatasan antara Jerman, Belgia, dan Belanda.

Seekor gajah berjalan-jalan menyusuri jalanan kota yang bertambah ramai dan makmur setelah dipilih sebagai tempat tinggal oleh Charlemagne, penguasa Kerajaan Franka yang baru saja dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci mewarisi takhta peradaban Romawi Kuno di Roma. 

Orang di daratan Eropa terakhir kali melihat gajah pada saat Hannibal dari Kartago melintasi Pegunungan Alpen abad ke-3 SM. Tak heran, kedatangan binatang tambun itu langsung menarik perhatian warga Aachen. Anak-anak pun berlarian di jalanan sambil berteriak- teriak memanggil teman-temannya untuk datang ikut menyaksikan si hewan langka.

Sementara, para penduduk dewasa sejenak menghentikan pekerjaannya untuk melihat hewan aneh yang punya ekor kecil namun punya hidung besar yang sangat panjang. Charlemagne sang raja, mungkin juga sama girangnya. 

Gajah itu datang dari sebuah negeri yang jauh. Perlu melintasi laut dan mengarungi padang pasir untuk sampai kepada sang pengirim, Harun al-Rashid, sang khalifah Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Hadiah itu adalah sebagai balasan dari pengiriman duta besar Franka ke Baghdad sekitar tahun 798.

Seperti dituturkan MA Enan dalam bukunya The Decisive Moments in the History of Islam, Charlemagne mengirim tiga utusan yang dipimpin oleh seorang Yahudi Afrika Utara bernama Isaac dan dua orang Kristen yang meninggal dalam perjalanan. Isaac berhasil sampai ke Baghdad sendirian untuk menyampaikan surat dari Charlemagne ke hadapan sang raja. 

Salah satu daya tarik gajah yang bernama Abbul Abbas itu adalah warnanya tak seperti gajah biasa. Abul Abbas adalah gajah Asia berwarna putih, sebuah hadiah yang langka dan sangat esksotis. Abul Abbas dibawa ke Eropa dimulai dengan mengarungi Laut Mediterania dengan kapal dan mendarat di Porto Venere di Itaia pada Oktober 801. Rombongan duta besar Abbasiyah untuk Franka dipimpin oleh Gubernur Mesir Ibrahim Ibn al-Aghlab. 

Gajah itu melewatkan musim dingin di Vercelli dan pada musim panas rombongan diplomatik Abbasiyah mulai berjalan menuju Alpen menuju ke kediaman sang kaisar Romawi di Aachen. Mereka tiba di kota itu pada 1 Juli 802. Abul Abbas sempat dipamerkan dalam berbagai kesempatan dan sering kali dikandangkan di Augsburg di Bavaria Selatan. 

sumber : Mozaik Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA