Rabu 13 Nov 2019 05:44 WIB

Menelusuri Pesona Masjid Shah Jahan

Masjid ini dibangun Shah Jahah.

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko
Masjid Shah Jahan di Distrik Thatta, Provinsi Sindh, Pakistan.
Foto: Wikipedia.org
Masjid Shah Jahan di Distrik Thatta, Provinsi Sindh, Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masjid Shah Jahan merupakan salah satu masjid bersejarah di Thatta, Sindh, Pakistan. Masjid ini berukuran besar dengan kemegahan bangunannya yang mempesona. 

Lalu seperti apa suasana dan bagian dalam masjid?

Untuk pintu masuk utama berhadapan dengan sebuah halaman tengah yang terbuka. Ruang terbuka itu berukuran 15.900 meter persegi. Ruang terbuka itu juga bisa ditemukan di Masjid Istiqlal Jakarta. Letak pintu utama dari masjid ini berada di bagian timur. Sedangkan, untuk pintu masuk sekundernya berada di sisi utama dan selatan. 

Sementara itu, pada bagian muka masjid, hadir sebuah kolam yang berbentuk persegi panjang. Di kedua sisi kolam itu ditumbuhi oleh deretan pepohonan yang membuatnya terlihat asri. Pola penataan kolam ini menjadi salah satu ciri dari gaya bangunan Mughal. Model semacam ini juga terlihat pada bangunan Taj Mahal yang menjadi salah satu peninggalan dari Shah Jahan.

 

Selepas melintas kolam, para pengunjung akan bisa melihat deretan arcade. Model lengkungan ini memberinya seperti kesan sebuah gerbang. Pada bagian ini, warna merah bata terlihat begitu dominan. Warna merah bata ini kemudian diselingi pula oleh warna putih. Keduanya membentuk semacam garis-garis horizontal yang menghiasi tampilan muka serta bagian selasar dari bangunan ini. 

Pada bagian ini, terdapat pula warna biru dan kuning. Warna biru ini menghiasi ruang yang ada di bagian luar dari bentuk lengkungan. Warna biru ini menghiasi pula motif bunga. Sedangkan, pada bagian warna kuning terdapat tulisan kaligrafi berbahasa Arab. 

Permainan geometris

Pada saat menyusuri bagian selasar, terlihat pilar-pilar besar yang menopang masjid ini hingga memberikannya kesan kokoh. Namun, saat berada di bagian ini, pandangan justru dibuatnya tersedot untuk melihat permainan warna merah, putih, dan biru yang menghiasi bagian langit-langitnya. Tampilan tersebut terlihat menjadi lebih memikat ketika tepat di bawah kubah-kubah berukuran kecil yang ada di bagian selasar masjid tersebut. Umumnya, pada bagian ini dihiasi dengan garis merah dan putih yang membentuk lingkaran menyesuaikan dengan pola bentuk kubah, yakni semakin ke bagian atas lingkaran tersebut menjadi lebih mengecil.

Lantas, ketika memasuki ke bagian dalam, terlihat pula adanya ciri dari gaya arsitektur Persia. Ini ditandai dengan hadirnya keramik atau marmer bermotif berwarna biru. Dalam sejumlah catatan, disebutkan bahwa arsitektur Mughal ini sesungguhnya merupakan bentuk pengayaan dari gaya arsitektur Persia. Masjid ini memperlihatkannya lewat paduan gaya arsitektur Persia dengan gaya lokal. 

Setelah berada di dalam masjid, tak salah pula jika perhatian mata akan langsung mendongakkan kepala ke bagian atas masjid. Terutama, untuk melihat bagian bawah kubah masjid. Di bagian ini tersaji ornamen seni yang dibuat secara detail. Ornamen ini dibuat begitu simetris dan berulang hingga memberinya sebuah bentuk ruang. Permainan garis simetris tersebut ditimpali juga dengan paduan warna putih, biru, serta warna sejenis kuning. Pola ornamen semacam ini kerap pula menjadi ciri utama dari peninggalan Kekaisaran Ottoman atau Turki Usmani.

Saat berada di dalam masjid ini, Anda tak perlu merasa cemas jika sedang berada di bagian belakang. Masjid ini rupanya dikonsep dengan tata akustik suara yang cukup apik. Alhasil, para jamaah yang berada di areal masjid ini akan bisa mendengar jelas suara imam ketika ia sedang memimpin shalat atau pembicaraan orang lain yang ada di lorong berjauhan dengan kita. 

Inilah sebuah mahakarya agung yang hingga disajikan Shah Jahan. Ia berkuasa tak hanya sekadar untuk memenuhi hasrat memimpin, tapi juga ia telah meninggalkan sebuah rekam jejak sejarah, terutama dalam perkembangan seni arsitektur yang membuatnya akan selalu dikenang oleh generasi berikutnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement