Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Empat Sifat Rasulullah Teladan Hadapi Era Post Truth

Sabtu 09 Nov 2019 14:45 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Perayaan Maulid Nabi (ilustrasi).

Perayaan Maulid Nabi (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Masyarakat diminta meneladani sifat Rasulullah.

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat Rasulullah Muhammad SAW di era post truth dan disrupsi seperti saat ini. Menurut Khofifah, empat sifat teladan umat muslim itu akan mampu menangkal dampak negatif dan memperbaiki komunikasi di era post truth dan disrupsi. 

Baca Juga

"Jika Rasulullah memiliki sifat ash shiddiq (benar) maka pada era post truth mencari kebenaran sejati harus dilakukan lebih serius mengingat eranya penuh hoax (kebohongan)," kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (9/11).

Begitu juga, lanjut Khofifah, sifat Nabi Muhammad tabligh (menyampaikan), fathonah (cerdas), dan amanah (dapat dipercaya). Sifat Nabi Muhammad SAW ini harus menyatu diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Yakni dengan cara menyampaikan yang benar, dan juga cerdas dalam menerima dan menyaring informasi yang ada. 

Menurut Khofifah, pekerjaan rumah seluruh warga bangsa saat ini adalah membangun karakter bangsa dan melakukan revolusi mental. Maka, momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang tepat untuk menyempurnakannya. 

"Bersama-sama mari kita mencari format komunikasi yang paling tepat di era post truth dan disrupsi ini. Hal ini penting, karena semakin banyak orang yang tidak tahu harus berpegang kebenaran pada apa dan siapa," ujar mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah melanjutkan, begitu pula dengan membangun harmoni di antara keberagaman yang membutuhkan sikap toleran dan moderat. Keteladanan bisa diambil dari Nabi Muhammad saat memimpin kota Yatsrib (saat ini Madinatul Munawwarah). Di tengah masyarakat Madinah yang sangat beragam, baik agama, strata sosial, dan ekonomi, serta suku, Rasulullah mampu membangun harmoni yang kuat di antara keberagaman. 

"Melalui piagam Madinah, masing-masing golongan dengan perwakilannya mengikatkan diri untuk saling nelindungi dan memenuhi hak- haknya sehingga mereka hidup penuh harmoni dalam perbedaan," kata Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA