Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Seperti Apa Kemeriahan Maulid Nabi SAW di Mancanegara?

Sabtu 09 Nov 2019 10:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nashih Nashrullah

Parade Muslim Inggris sambut Maulid Nabi SAW.

Parade Muslim Inggris sambut Maulid Nabi SAW.

Foto: Nottinghampost
Maulid Nabi SAW juga diperingati Muslim di mancanegara.

REPUBLIKA.CO.ID Dalam penanggalan Hijiryah atau Kalender Islam, 12 Rabiul Awal menjadi sebuah hari khusus, di mana umat Muslim memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Hari yang juga disebut sebagai Maulid.   

Baca Juga

Ada beragam kepercayaan yang dimiliki setiap umat Muslim dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Dilansir Time and Date, sebagian melihat bahwa kelahiran Rasulullah tentu menjadi peristiwa yang berharga dan sepantasnya dirayakan dengan sukacita. Namun, ada beberapa yang menilai bahwa perayaan ulang tahun bertentangan dengan hukum Islam. 

Masing-masing pendapat mengutip hadis yang mendukung pandangan mereka. Meski demikian, hal itu tidak membuat banyak Muslim di berbagai negara yang tetap memperingati hari lahir Rasulullah SAW dengan berbagai cara, sesuai tradisi yang dimiliki masing-masing, baik itu mengisi hari dengan acara-acara di masjid, hingga adanya anak-anak yang memcakan puisi tentang peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. 

Di Turki, seperti kebanyakan negara dengan mayoritas Muslim lainnya, Maulid dirayakan sebagai hari libur nasional. Untuk mengisi kegiatan di hari itu pun, banyak orang yang membuat acara di masjid-masjid maupun di rumah warga. Acara utama untuk memeriahkan ini adalah membawakan puisi mengenai kehidupan Rasulullah SAW.  

Selain itu, Maulid di negara Asia dan Eropa ini juga dirayakan dengan karnaval, dengan banyaknya orang-orang yang turun ke jalan dengan gembira, serta menghias rumah dan masjid. 

Kegiatan amal dengan membagi-bagikan makanan juga dilakukan sepanjang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Turki. Satu yang menarik, biasanya akan ada pertunjukkan tari Darwis yang dilakukan para pria di Karavas Veli, Dervish Lodge, Bursa untuk semakin menambah kemeriahan acara.  

Namun, tentu saja seluruh perayaan Maulid di Turki seringkali dianggap sebagai ekpresi konsep sufi tentang Nabi Muhammad SAW, sebelum ia hadir ke muka bumi ini. Makna utama dari berbagai acara yang ada ditujukan sebagai ekpresi cinta bagi Rasulullah SAW.  

Kemudian di India, komunitas Muslim di negara itu juga tak ketinggalan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski Islam tidak menjadi agama mayoritas di negara Asia Selatan itu, tetapi di hari yang jatuh pada 12 Rabiul Awal, sebagian besar masyarakat tidak melakukan kesibukan seperti sehari-hari, demikian dengan sekolah dan pertokoan yang kebanyakan tutup.  

photo
Kawasan Raudhah dan koridor di depan Makam Rasulullah SAW kian padat menyusul makin banyaknya jamaah haji yang tiba di Madinah, Selasa (24/7). Para jamaah berebut mengunjungi tempat yang disebut penuh berkah tersebut.

Seperti perayaan Maulid pada umumnya, warga Muslim India juga biasanya mengadakan pawai, makan bersama di masjid, atau rumah-rumah warga, dan mendengarkan kisah-kisah mengenai kehidupan Rasulullah SAW. 

Satu yang terlihat berbeda adalah, banyak orang yang pada hari itu membawa bendera atau spanduk, hingga pita dan pakaian berwarna hijau saat mengikuti acara.  

Di Kashmir, wilayah di India dengan mayoritas warga Muslim kerap berkumpul di Hazrabtal, sebuah tempat suci yang menyimpan rambut yang diyakini milik Nabi Muhammad SAW. 

Ribuan orang biasanya melakukan sholat berjamaah pada malam sebelum Maulid di lokasi itu hingga setelah waktu shubuh, pawai dilakukan di area sekitar lokasi ini. 

Beralih ke Rusia, negara yang berada di Eropa dan juga dikenal memiliki mayoritas non-Muslim. Meski demikian, Islam tercatat menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, dengan jumlah penganutnya adalah 21 hingga 28 juta warga, atau sekitar 15 - 20 persen dari total 142 juta penduduk.  

Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi waktu di mana umat Islam Rusia memperingatinya dengan sejumlah acara yang tak kalah menarik dengan negara-negara mayoritas Muslim lainnya. Biasanya, di hari itu, para warga Muslim berkumpul untuk bersama-sama beribadah, mengingat kehidupan dari Rasulullah SAW, dan menyanyikan lagu-lagu religius. 

Di acara itu, terdapat juga pameran gambar dan busana Muslim, hingga promosi ibadah umrah. Selain Moskow, beberapa kota lainnya di Rusia yang sering menjadi pusat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Grozny (Chechnya) dan Nazran (Ingushetia).  

Meski demikian, Muslim di kota-kota lainnya di Rusia tetap membuat acara pada peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Biasanya, perayaan berlangsung dari kota bagian paling selatan, yaitu  Derbent (Dagestan) ke Yekaterinburg (Ural), Omsk (Siberia) dan Petrozavodsk (Republik Karelia).   

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA