Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Asal Mula Syariat Azan dan Manfaat Spiritual di Baliknya

Jumat 08 Nov 2019 23:59 WIB

Red: Nashih Nashrullah

azan (ilustrasi).

azan (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Azan sangat disunahkan sebelum shalat.

REPUBLIKA.CO.ID, Sejak perintah shalat diturunkan, sampai Rasulullah SAW wafat, perbaikan tata tertib shalat selalu dilakukan hingga sempurna. Sejak shalat setengah malam yang ditentukan dalam surah Al-Muzammil, kemudian dikurangi sampai Rasulullah SAW melaksanakan Isra dan Miraj, waktunya pun diubah menjadi lima kali sehari semalam. 

Baca Juga

Setelah Hijrah, mulailah dibangun masjid dan mulai pula diadakan shalat berjamaah. Begitu pula tata cara pelaksanaannya. Sejak saat itu, muncul kebutuhan kedisiplinan waktu terkait tanda masuknya waktu shalat. Kebutuhan ini dijawab Rasulullah SAW dengan cara yang berbeda dari kaum lain yang menggunakan lonceng. Maka lahirlah azan. 

Abdullah bin Zaid RA bermimpi tentang lafaz-lafaz Azan (sebagaimana termuat dalam hadits Abu Daud (499) (I/241), at-Tirmidzi (189) (I/358), Ibnu Majah (706) (I/389) dan Shahih Muslim (835) (2/298). Kemudian dikukuhkan oleh wahyu Alquran dalam surah al-Jumah ayat 9 dan surah al-Maidah ayat 58 (diterangkan oleh Imam Muslim dikitab Shahih-nya (850) (2/311).  

Bacaan dalam Azan, jika diperhatikan, seluruhnya adalah pernyataan akidah Islam, sebagai salah satu syiar Islam yang paling nyata. Kalimat demi kalimat di dalam azan sangat berisi dan penuh hikmah. Tiada satupun ulama berbeda pendapat. Lafaz azan mengajak umat Islam, secara bersamaan, segera menyahut panggilan Tuhan semesta alam, membesarkan dan mengagungkan-Nya. 

Lafaz azan adalah pernyataan besar yang semestinya mempengaruhi jiwa, jalan berpikir dan tingkah laku seorang mukmin. Sudah semestinya manusia memahami dengan sepenuh hati sehingga membangkitkan motivasi, keinsyafan, dan rasa cinta yang mendalam kepada Ilahi Rabbi. 

Semua ulama menyetujui keutamaan dan kebaikan azan. Garis-garis pokok semacam inilah yang penting saat ini, untuk mempertautkan ukhuwah Islamiyah. Apalagi, pada hakikatnya umat Islam itu satu dan keelokannya tampak nyata dari adanya persatuan dan persaudaraan. 

Pertanyaannya, sejauh manakah nilai-nilai azan itu telah membentuk pribadi sebagai Muslim? Gema seruan azan mestinya mampu mendatangkan pengaruh positif di tengah masyarakat Islam. Perbaikan harus dimulai dari diri masing-masing

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA