Senin 04 Nov 2019 19:02 WIB

Saudi Tinjau Lokasi Pembangunan Museum Rasulullah

Peninjauan tersebut memastikan pembangunan museum dan fasilitas pelengkapnya.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Rasulullah
Foto: wikipedia
Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruquthni mengatakan, rombongan Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuhan An-Nabiyy dari Arab Saudi meninjau lokasi lahan pembangunan Museum Rasulullah SAW di Depok, Jawa Barat, Senin (4/11). Rombongan tersebut dipimpin oleh Abdullah Nasir al-Qarni selaku ketua yayasan.

"Yang hadir di DMI tadi, pimpinan yayasan Abdullah Nasir al-Qarni, sekretaris Yayasan, dan juga aparat petinggi dari yayasan itu juga. Kedatangannya disambut oleh Ketum DMI Pak JK (Jusuf Kalla), dan Waketum Pak Syafruddin. Tadi (Senin 4/11) sudah meninjau lahannya," kata Imam kepada Republika.co.id, Senin (11/4).

Baca Juga

Imam menjelaskan, pertemuan pimpinan Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiy dengan DMI antara lain untuk memastikan beberapa hal. Pertama untuk memastikan pembangunan Museum Rasulullah SAW. Kedua, pembangunan gedung untuk menggelar konferensi maupun pertemuan. Dan terakhir, yakni pembangunan fasilitas manasik haji.

Dalam sebulan ke depan, lanjut Imam, DMI harus menyelesaikan sejumlah persiapan. Di antaranya, penyiapan lahan yang berkaitan dengan aspek legalitas dan juga proposal pembangunan museum. "Dan juga menyelesaikan studi kelayakannya. Setelah itu, hasilnya akan dibawa ke Saudi," tuturnya.

Menurut Imam, pengurusan administrasi lahan pembangunan museum sudah selesai karena semua hal terkait administrasi telah lengkap. Untuk pendanaan, dia mengatakan, dibiayai seluruhnya oleh Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuhan An-Nabiyy.

"Jumlah besarannya sesuai dengan MoU-nya, Kita masih tidak bisa menyebut berapa-berapanya karena masih dihitung dulu, semuanya dihitung," paparnya.

Imam pun optimistis beberapa hal yang dipersiapkan DMI selesai selama sebulan ini, untuk kemudian dibawa kembali ke Saudi. Museum Rasulullah SAW itu diperkirakan mulai dibangun pada awal tahun depan, setelah pertemuan lanjutan dengan pihak yayasan di Saudi pada bulan depan.

"Secepatnya, saya kira (dibangunnya) awal tahun depan. Mudah-mudahan secepatnya. Ini kan dalam hitungan sebulan, di bulan Desember awal nanti itu diharapkan sudah bisa ke Saudi membincangkan persoalan teknis," paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement