Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Melongok Masjid Tertua di Beijing

Ahad 27 Okt 2019 05:59 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Masjid

Ilustrasi Masjid

Foto: Foto : MgRol112
Masjid Niujie merupakan masjid tertua dan terbesar dari 40 masjid di Beijing.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Masjid Niujie telah menjadi kebanggan bagi umat Muslim di Beijing, China. Masjid ini tak hanya menjadi tempat beribadah bagi Muslim Beijing, lebih dari itu nilai sejarah Masjid tertua di Beijing tersebut telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dilansir dari The Nation pada Sabtu (26/10), Masjid Niujie merupakan masjid tertua sekaligus terbesar dari 40 masjid yang ada di Beijing. Masjid ini juga menjadi tempat pertemuan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dari 250 ribu populasi Muslim di Beijing.

Masjid dibangun pada 996 Masehi atau pada masa dinasti Liao. Masjid ini dirancang oleh seorang Imam saat itu bernama Nazruddin. Setelah pasukan Jenghis Khan menghancurkan Masjid ini pada 1215, masjid Niujie kembali dibangun dan diperluas secara signifikan pada 1442.

Ada sebanyak 42 ruangan dalam kompleks Masjid Niujie. Namun yang paling penting adalah area utama sholat seluas 600 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.000 jamaah. Desain bangunannya pun begitu mencolok dengan perpaduan desain Islam dan Cina.

Para imam Masjid Niujie juga menggunakan menara yang ada di kompleks Masjid untuk mengamati bulan terutama untuk menentukan awal datangnya Ramadhan setiap tahunnya. Namun baik itu menara maupun aula utama sholat terlarang bagi non-Muslim, begitupun untuk perempuan hanya area tertentu saja yang boleh dimasuki.

Sementara gerbang depan Masjid hanya dibuka saat waktu-waktu tertentu saja semisal Ramadhan dan hari raya. Di taman Masjid terdapat makam dari pendiri masjid Niujie beserta dua ulama Asia Tengah yang datang ke China melalui jalur Sutra.

Kompleks Masjid Niujie juga menyimpan beberapa lempengan batu termasuk di antaranya berisi pesan-pesan dua Ulama tersebut dan sebuah prasasti Kaisar Kangxi yang hidup pada 1655-1722. Yakni seorang kaisar yang membebaskan minoritas Muslim Hui dari konspirasi untuk menggulingkan Dinasti Qing.

Selain itu terdapat benda bersejarah lainnya termasuk porselen kuno dan naskah-naskah Islam masa lalu. Baru-baru ini Masjid Niujie memperoleh sokongan dana untuk memperluas kompleks masjid. Pada hari Jumat Masjid Niujie akan dipadati jamaah yang akan melaksanakan Shalat Jumat yang mencapai 700 jamaah.

Seorang pengunjung asal Pakistan, Mohammed Irfan begitu terkesan dengan fasilitasi yang ada di Masjid Niujie. “Ini adalah tempat berkumpul yang baik untuk umat Islam. Ini juga merupakan daya tarik besar bagi semua wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia, ”katanya.

Sementara itu seorang pejabat China mengatakan umat Islam bebas beribadah di masjid. “Pemerintah memperlakukan semua warga negara secara adil. Kami menghormati semua kepercayaan. Presiden Xi Jinping mengakui kontribusi warga Muslim terhadap kemajuan negara, ” kata seorang pejabat China. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA