Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Kunci Berdoa Menurut Ustaz Adi Hidayat

Sabtu 26 Oct 2019 10:58 WIB

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Agung Sasongko

Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat

Foto: Youtube
Menurut Ustaz Adi, ada tiga jenis doa yang dikabulkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Allah SWT telah menurunkan QS al-Fatihah sebagai kunci bagi siapa yang ingin dibukakan pintupintu kebajikan. Al Fatihah pun memiliki banyak nama yang merepresentasikan kebutuhan kita. Al-Fatihah disebut as-Syafi, al- Kafi, ar-Ruqyah, Sab'ul Matsani, hingga Ummul Kitab.

Generasi Nabi dan para sahabat amat menyaksikan keampu han al-Fatihah dalam menyembuhkan penyakit dan saat berada dalam kesulitan. "Pertanyaannya, mengapa itu tidak terjadi pada generasi kita? Jangan-jangan sifat-sifat khusus terkait makna al-Fatihah tidak hadir di hati karena mustahil kita mendapat kan itu kalau tidak memahami nya,"ujar Ustaz Adi Hidayat saat mengisi kajian pekanan di Masjid Al Ihsan, PTM Bekasi, Jawa Barat, pekan lalu.

Menurut ustaz kelahiran Pandeglang ini, banyak orang tidak memahami sifat khusus terkait makna al-Fatihah. Bacaan itu pun tidak bersumber dari hati tetapi sebatas lisan. Menurut dia, orang yang benar-benar beriman akan memancarkan cahaya hatinya ke seluruh tubuhnya. Mata, telinga, mulut, hingga langkah kakinya akan memancarkan iman. Iman akan mewarnai segala aktivitas dari ujung rambut hingga ke kaki.

Dalam kajian kali ini, Ustaz Adi Hidayat pun melanjutkan materi pekan sebelumnya, yakni kelanjutan dari QS al-Fatihah ayat 5, "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya pada-Mu kami memohon permohonan." "Ini perjanjian antara 'Aku' (Allah) dengan 'hamba-Ku'. Jika benar, apa pun yang 'hamba-Ku' minta akan 'Aku' kabulkan," tambah dia.

Menurut Ustaz Adi, ada tiga jenis doa yang dikabulkan. Pertama, saat diminta langsung dijawab. Contohnya ketika Nabi Zakaria AS meminta untuk diberikan anak. Pada saat itu juga Allah SWT memberi istrinya kehamilan. Doa yang kedua yakni minta saat sanggup baru diberikan. Dia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad meminta kiblat baru ke Ka'bah, baru dikabulkan tiga tahun setelah hijrah. "Artinya, Allah ingin menjawab doa sampai siap untuk itu."

Untuk yang ketiga yakni saat meminta A malah dijawab B. Artinya, apa yang kita minta mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan saat itu. Namun, Allah memberi dan menjawab doa sesuai dngan kebutuhan kita yang tidak jarang malah menyampaikan kita kepada keinginan.

Pada intinya, Ustaz Adi mengajak jamaah untuk memperbanyak ibadah. Menurut dia, kunci doa dijawab cepat berbanding lurus dengan iba dah. "Jika ingin dipercepat iyya kanastain, maka tingkatkan iyya kana'budu. Na'bud, ibadah naik, maka balasannya akan cepat," ujar dia.

Ayat ihdhinasshirathal mustaqim menjadi tema yang di bahas Ustaz Adi pada malam itu. Secara tekstual, ayat keenam dari QS al- Fatihah itu berarti 'tunjukkan kami jalan yang lurus'. Me nurut Ustaz Adi, terjemahan itu bisa diterima jika sebatas tekstual. Namun, akan berbeda dengan tafsir apa yang dimaksud kalimat asalnya.

Ustaz Adi membagi ayat ini menjadi dua bagian. Pertama yakni ihdhina. Di dalam bahasa Arab, kalimat ini merupakan fi'il 'amr. Secara bahasa, fi'il 'amr dibagi menjadi dua, yakni permohonan dari bawahan untuk atas an. Sifatnya perintah untuk dikerjakan. "Dari Allah ke kita itu artinya perintah," kata dia.

Berikutnya fungsi sebagai permohonan. Sebaliknya, dari kita ke Allah, sifatnya permohon an. Fungsi kedua ini yang dimaksud dalam kalimat ihdhina dalam surah al-Fatihah.

Lebih lanjut, Ustaz Adi menjelaskan, ihdhina berasal dari kata hidayah. Jamaknya disebut hudan. Menurut dia, hidayah tak sebatas mengandung satu makna. "Maknanya bisa satu, dua, tiga, atau empat. Kalau semua (hida yah) dikumpulkan, maka menjadi jamak dan disebut dengan hud an," tutur dia.

Dia menjelaskan, Allah SWT menerangkan kepada seluruh ham ba-Nya, permohonan utama seorang hamba adalah hidayah. Hidayah itu akan mengantarkan hamba kepada tingkat tertinggi dalam kehidupan.

Secara bahasa, hidayah memiliki beberapa makna. Pertama yakni al-irsyad. Irsyad adalah petunjuk yang bisa membedakan secara matang dengan nalar mana yang baik dan buruk. Ustaz Adi mencontohkan, seorang anak bisa mengelola uang sendiri kalau su dah rusydun. Dia sudah bisa mem bedakan mana yang baik dan tidak. "Kemampuan membedakan sesuatu dan menempatkan dengan benar namanya irsyad," ujar dia.

Berikutnya yakni adh-dhilalah. Maknanya yakni bimbingan Allah lewat hati dengan lem but. Bisa juga diartikan mengajak kita untuk sampai kepada kebenaran. "Contohnya suara azan. Standar kalau enggak ada bisik an, enggak ada hidayah. Atau mengarahkan kita untuk berpaling dari maksiat."

Hidayah juga dimaknai sebagai semua bentuk kebajikan yang diharapkan: kesuksesan, kebahagiaan, hingga rumah tangga te nang. Tidak hanya itu, hidayah pun bisa dimaknai dari sumber nya. Sumber hidayah yakni Allah, Alquran, dan Rasulullah SAW. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA