Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

PBNU Ingatkan Pemerintah Baru Soal Bonus Demografi

Sabtu 19 Oct 2019 16:54 WIB

Red: Ratna Puspita

KH Robikin Emhas

KH Robikin Emhas

Foto: Dok Republika
Pemimpin baru agar juga membangun dengan memperhatikan visi keumatan dan kebangsaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin agar membangun Indonesia dengan visi membangun sumber daya manusia Indonesia. Langkah itu agar Indonesia segera mendapatkan bonus demografi.

Baca Juga

"Bagaimana membangun visi pembangunan sumber daya manusia. SDM adalah modal utama bagi pembangunan suatu bangsa. Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi yakni bonus usia produktif," kata Robikin saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (19/10).

Dia mengatakan bonus demografi itu merupakan modal penting pembangunan ke depan. Karena itu, modal sumber daya manusia harus diarahkan untuk menghadirkan keunggulan-keunggulan, menciptakan inovasi-inovasi yang berdaya saing yang bisa menyelesaikan tantangan kemiskinan, disparitas dan sebagainya. Dalam bidang keumatan dan kebangsaan, Robikin mengatakaan pemimpin baru nanti agar juga membangun dengan memperhatikan visi keumatan dan kebangsaan.

Modal ideologi dengan Pancasila sebagai dasar negara, kata dia, harus menjadi kekuatan utama perekat kebangsaan. "Pancasila kita telah melewati berbagai ujian dan cobaan. Namun demikian, dalam tatanan praktis, Pancasila belum terimplementasi dengan baik, sehingga masih terjadi banyak konflik dan kekerasan yang mengatasnamakan SARA, politisasi agama dan sebagainya," katanya.

Robikin mengatakan Indonesia juga harus dipimpin dengan visi keteladanan. Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan teladan. Dengan memberikan teladan sikap dan perilaku, tidaklah susah bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan kemudi kepemimpinannya mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

"Saya percaya bersama Kiai Ma'ruf kepemimpinan Pak Jokowi akan lebih baik lagi dalam membangun visi ini. Terkait hal ini ada sebuah teori sosial yang mengatakan, wajah dan peradaban suatu masyarakat merupakan cerminan sosok pemimpinnya," kata dia.

Ketua PBNU mengatakan pemerintahan baru dengan visi pembangunan SDM, keumatan dan kebangsaan serta keteladanan sudah terintegrasi dalam visi-misi duet Jokowi-Ma'ruf sebagaimana telah disusun dalam kampanye pencalonan. "Selamat bertugas, selamat berkhidmat untuk negara dan bangsa dengan iringan doa semoga Indonesia makin maju, berdaulat, berkepribadian, mandiri dan sejahtera. Amin ya Rabb," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA