Kamis 13 Aug 2026 19:13 WIB

Gus Ulil Yakin Kasus Menghafal Ad-Dhuha Berhadiah Miras tak Disengaja: Tidak Boleh Terulang

Gus Ulil menegaskan, konsumsi miras tidak diperbolehkan di dalam Islam.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil
Foto: nu
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menilai aksi tantangan membaca dan menghafal Surah Ad-Dhuha dengan hadiah minuman keras (miras) merupakan tindakan yang tidak pantas. Meski demikian, ia meyakini tindakan tersebut bukan dilakukan dengan niat buruk.

Gus Ulil menyebut peristiwa yang berlangsung dalam acara konser Sound Project tersebut sebagai sebuah kekhilafan yang patut disayangkan. Menurut dia, penyelenggara maupun pembawa acara kemungkinan tidak memiliki niat untuk melecehkan Alquran.

Baca Juga

"Ya, apa namanya itu khilaf ya. Itu khilaf yang memang patut disayangkan," ujar Gus Ulil saat diwawancara di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Gus Ulil mengatakan, tindakan tersebut tetap perlu diingatkan karena memperlakukan Al-Qur'an dengan cara yang tidak pantas. Namun, ia meminta masyarakat tidak buru-buru menganggap penyelenggara memiliki niat buruk.

"Tapi saya percaya penyelenggara, apa namanya itu konser Sound Project ya, saya percaya mereka tidak punya niat jahat, niat buruk, atau niat melakukan kekhilafan seperti ini," ucapnya.

Menurut Gus Ulil, tindakan tersebut kemungkinan muncul secara spontan akibat suasana acara yang sedang meriah. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang."Mungkin itu spontanitas karena apa namanya situasi atau suasana ketika itu lagi gembira begitu, lalu mereka punya inisiatif seperti itu. Tapi ya itu tidak boleh terulang," kata dia.

photo
Viral tantangan baca Alquran dapat miras. - (Tangkapan Layar)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi