Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ustaz Yusuf Mansur: Tahsin Digital Jadi Kebutuhan Umat

Sabtu 19 Oct 2019 08:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Yusuf Mansur

Yusuf Mansur

Foto: ROL/Fakhtar K Lubis
Belajar Alquran atau tahsin pun tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka langsung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pesatnya perkembangan teknologi membawa revolusi bagi pola kehidupan manusia. Beragam kegiatan kini bisa dilakukan di mana saja melalui aplikasi digital. Begitu pula dengan belajar Alquran.

Sudah banyak aplikasi yang beredar bebas, baik di Google Play, Play Store, maupun di kalangan komunitas tertentu. Belajar Alquran atau tahsin pun tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka langsung.

Wartawan Republika, Iit Septyaningsih, kemudian berkesempatan mewawancarai pendiri Daarul Qur'an Ustaz Yusuf Mansur untuk membahas lebih lanjut mengenai tahsin digital. Berikut kutipannya.

Bagaimana menurut Anda fenomena tahsin digital di kalangan umat Islam khususnya di Indonesia? 

Tahsin digital adalah kebutuhan, lebih dari penjualan dan pembelian online. Lebih dibutuhkan pula daripada transaksi online, digital marketing, digital banking, digital market, maupun digital payment.

Apalagi, jumlah yang tidak seban ding antara guru tahsin dan murid, ditambah lagi problem jarak, tempat, dan waktu. Mungkin dari tahsin digital, ada aja "rasa" yang enggak kebangun. Hanya saja itu jauh lebih baik diban dingkan dengan benar-benar tidak ada kegiatan tahsin karena terbentur kendala-kendala tadi.

Dan hari ini, banyak banget yang mengambil sanad online. Misal murid di Indonesia, guru di Mesir, Arab, Sudan, Yordania, Suriah, Tunisia, Turki, dan lainnya.Tahsin digital cukup efisien. Hal itu karena memotong pula soal visa, tiket, paspor, tempat, serta cost lainnya. 

Bagaimana tahsin digital bila di li hat dari sisi hukum fikih, mengingat pada praktiknya murid dan guru tidak bertatap muka langsung? 

Tahsin online atau tahsin digital bisa kok melihat guru. Dan walaupun enggak, ya, enggak apa-apa juga. Kalau istilah saya, ngelumayanin, jadi lumayan dah. Terkait apakah hasil dari tahsin online bisa sama seperti tahsin langsung, ya, kembali ke yang saya bilang soal rasa. Bisa jadi kalah dengan tatap muka langsung, tapi ngelumayanin daripada enggak. Dan asal bisa istiqamah, ya, keren juga.

Bagaimana seharusnya cara me lakukan tahsin digital yang tepat? 

Pilih guru yang berkualitas. Sekarang kan (guru) bisa dikasih rating seperti pengemudi online. 

Bagaimana memotivasi diri agar istiqamah melakukan tahsin digital? 

Pertama, berdoa supaya diberi keinginan dan motivasi yang kuat, istiqamah, serta rajin. Kedua, banyakbanyak lihat dan belajar tentang fadilah belajar Alquran.

Ketiga, tetap jangan sendiri walaupun tahsin online. Bikin kelompok atau komunitasnya, bisa dimulai dari orang-orang rumah, kelas, kantor, ataupun lingkungan sekitar lainnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA