Rabu 16 Oct 2019 14:09 WIB

Kisah Relawan Balai Sakinah Aisyiyah Cegah Kanker

Aisyiyah bersama program MAMPU mendirikan banyak Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA)

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
logo 'aisyiyah
Foto: tangkapan layar google
logo 'aisyiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah menaruh perhatian dalam upaya mencegah kanker payudara dan serviks. Sebab dua jenis kanker tersebut menjadi penyebab kematian perempuan pertama dan kedua di Indonesia.

Maka 'Aisyiyah bersama program MAMPU mendirikan banyak Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) sebagai wadah kelompok perempuan di tingkat lokal. Kini BSA telah banyak melahirkan aktivis dan relawan di tingkat desa yang mengedukasi warga untuk melakukan pencegahan kanker payudara dan serviks.

Sri Nani warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Cirebon, Jawa Barat adalah salah seorang relawan dan aktivis BSA yang didukung program MAMPU. Nani merasa dirinya dapat lebih bermanfaat bagi warga sekitarnya setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan program MAMPU dan ‘Aisyiyah.

"Sudah tiga tahun ini saya berkeliling kampung untuk bercerita kepada ibu–ibu tentang kesehatan reproduksi, pemeriksaan payudara klinis, dan tes inspeksi visual asam asetat (IVAP)," kata Nani melalui pesan tertulis kepada Republika, Rabu (16/10).

Dia bercerita, sekarang kerap ada warga yang datang ke rumah untuk bertanya atau konsultasi tentang tanda-tanda penyakit yang biasa diderita kaum perempuan. Nani pun bersyukur kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan meningkat.

Sekarang jika ada warga memiliki keluhan kesehatan segera berkonsultasi kepada Nani, kader BSA lain atau bidan di Puskesmas. Dengan meningkatnya kesadaran warga menjaga kesehatan, maka kanker payudara dan serviks bisa dicegah sejak dini.

Setelah wanita berusia 45 tahun ini rutin mensosialisasikan cara memeriksa dan mencegah kanker payudara dan serviks. Di desanya di temukan pasangan usia subur (PUS) memiliki kista yang beratnya mencapai setengah kilogram. "Selain itu ditemukan enam warga yang positif kanker payudara," ujar Nani.

Nani juga turut mendampingi warga dalam upaya pengobatan. Mulai dari meminta rujukan di Puskesmas, proses pengobatan sampai tindakan operasi di Rumah Sakit (RS).

Sebelumnya, khusus untuk kesehatan reproduksi, pasangan usia subur biasanya hanya mengeluhkan dan peduli saat sudah terasa sakit. Menyadari kebiasaan tersebut, maka Nani berinisiatif untuk berkeliling kampung melakukan sosialisasi.

"Ibu punten, saya mau sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi wanita," kata Nani saat mendatangi rumah-rumah warga di desanya.

Kemudian dia menerangkan kepada warga yang didatanginya. Kalau keputihan terus menerus, berwarna kecoklatan dan berbau busuk serta saat berhubungan badan dengan suami mengeluarkan darah, maka ada kemungkinan kanker. Nani menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan IVA atau Papsmear kepada warga.

"Saya juga menganjurkan untuk memeriksa payudara sendiri dengan cara meraba kalau kita mau mandi, apakah ada benjolan di payudara ibu-ibu atau remaja putri," ujarnya.

Nani mengaku, awalnya sosialisasi yang dilakukannya tidak ditanggapi oleh warga. Namun berkat kegigihan dan niat baik serta mengunjungi rumah warga secara rutin, warga mulai paham pentingnya informasi yang disampaikan Nani. Kini tanggapan warga khususnya ibu-ibu dan pasangan usia subur sangat baik kepada Nani yang terus mensosialisasikan pentingnya mencegah kanker payudara dan serviks.

World Health Organization (WHO) menginformasikan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara. Yakni 58.256 kasus atau 16,7 persen dari total 348.809 kasus kanker. 70 persen pasien kanker terdeteksi pada stadium lanjut. Padahal ada 96 persen kemungkinan sembuh bagi penderita kanker payudara jika terdeteksi sejak dini.

Sementara, kanker serviks menjadi jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia. Yakni sebanyak 32.469 kasus atau 9,3 persen dari total kasus. Berangkat dari data tersebut, 'Aisyiyah membantu masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan, mendeteksi dini dan mencegah kanker payudara serta serviks.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement