Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Penerjemah dan Awal Gerakan Terjemah Alquran di Eropa

Senin 14 Oct 2019 11:46 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Pentashihan Alquran/Ilustrasi

Pentashihan Alquran/Ilustrasi

Foto: Republika/ Wihdan
Gerakan terjemah Alquran semula sempat dilarang di dunia Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia dan, para ulama merasa perlu untuk menerjemahkan Alquran. Karena, tidak semua umat Islam di dunia menguasai bahasa Arab dalam Alquran.

Baca Juga

Pakar Alquran dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Said Aqil Husein al-Munawwar, mengatakan tingginya kebutuhan umat Islam yang belum menguasai bahasa Arab Alquran telah mendorong para ulama untuk berpikir serius agar terjemahan yang berkembang tidak keluar dari konteks dan kandungan diturunkannya Alquran tersebut.

Akhirnya, proses penerjamahan Alquran dilakukan. Berdasarkan penelusuran sejarah, Said menyebutkan penerjemahan Alquran paling awal tercatat di Spanyol. Semula pada 1142-1289 M Dinasti Muwahhidun melarang penerjemahan Alquran dan memerintahkan pemusnahan terjemah Alquran dalam bahasa Barbar.  

“Kami di sini berusaha menyampaikan dinamika dari penerjemahan Alquran itu, di mulai dari paling awal itu dimulai dari Spanyol,” kata dia sebagaimana dikutip dari arsip Harian Republika, Senin (14/10). 

Namun, setelah itu para ulama banyak yang membolehkan penerjemahan dan untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Persia oleh Syaikh Sa’adi al-Syairzi pada 1313 M, yang kemudian disusul terjemahan Alquran ke dalam bahasa Turki. Sedangkan orang kedua yang menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa India adalah Syekh Waliyullah ad-Dahlawi.

Dalam bahasa Eropa, kegiatan penerjemahan Alquran telah dimulai sejak 1146 M. Dalam sejarah tercatat nama Robert Retenensis sebagai orang yang pertama kali menerjemahkannya dalam bahasa Inggris. Sementara, Dalmata dari Jerman menerjemahkannya dalam bahasa Latin, yang selanjutnya  diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan Italia. Perkembangan selanjutnya, atas jasa Andre du Ruyer Alquran juga diterjemahkan dalam bahasa Prancis.

Said menjelaskan, sejarah awal penerjemahan Alquran di Eropa adalah bermula dari para orientalis yang berusaha ingin memahami pesan dan isi kandungan Alquran. Menurut dia, beberapa sumber menyebutkan bahwa para orientalis pada mulanya menerjemahkannya dalam bahasa Latin.

Para orientalis itu merasa perlu untuk mengetahui isi dari kandungan Alquran, sehingga mereka juga berusaha untuk menerjemahkan Alquran itu ke dalam bahasa mereka. Maka tercatat dalam sejarah, kegiatan itu mulai diprakarsai oleh Robert Retenensis Robert.

Hal inilah yang kemudian mendorang para ulama muslim akhirnya tergerak untuk juga menerjemahkan Alquran. Bahkan, menurut Said, pada 2002 tercatat Mujamma’ Malik Fahd di Madinah telah menerjemahkan Alquran lebih dari 41 terjemahan dari berbagai bahasa di dunia.

“Nah dari itu, dapat kita simpulkan  bahwa sejarah awal penerjemahan Alquran adalah bermula dari usaha-usaha daripada orientaslis itu, tergantung niatnya masing-masing. Tapi para ulama juga tidak diam meluruskan pendapat-pendapat yang melenceng melenceng dari situ,” kata dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA