Selasa 08 Oct 2019 23:00 WIB

Masjid Syuhada Gelar Syuhada Jazz 2019

Syuhada Jazz 2019 merupakan rangkaian acara Milad Masjid Syuhada ke-67.

Masjid Syuhada Yogyakarta
Foto: ROL/Sadly Rachman
Masjid Syuhada Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Syuhada Yogyakarta menggelorakan kerukunan masyarakat lintas agama di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta melalui perhelatan konser "Syuhada Jazz 2019", Selasa (8/10).

Pertunjukan musik jaz dalam rangka Milad Ke-67 Masjid Syuhada yang berlokasi di tengah jalan depan masjid peninggalan Presiden Soekarno itu, diawali dengan kirab bergodo, lantunan ayat suci Alquran, serta tari Saman.

"Dakwah dengan musik sesuai dengan harmoni yang universal," kata Ketua Panitia "Syuhada Jazz 2019", Firdaus, saat ditemui di sela acara.

Firdaus mengatakan, musik merupakan bahasa yang universal untuk menyampaikan pesan, perasaan, situasi, hingga kritik sosial yang mudah dipahami oleh audiens sehingga bisa menjadi medium lain untuk berdakwah.

Selain memperkenalkan Masjid Syuhada sebagai masjid bersejarah, acara itu juga menjadi simbol bahwa Masjid Syuhada dekat dengan kebudayaan sejalan dengan sejarah masjid yang didirikan oleh para pemuka masyarakat dan pemuka Muslim dengan latar belakang yang beragam sejak 67 tahun lalu.

"Kita berusaha menjadikan Masjid Syuhada sebagai pemersatu baik bagi bagi umat Islam sendiri maupun bagi umat nonmuslim," kata dia.

Menurut Firdaus, bukan kali pertama Masjid Syuhada menggelar pertunjukan musik. Sebelumnya, pada 2017 pernah menggelar pertunjukan musik kiai Kanjeng bersama Emha Ainun Nadjib.

Salah satu penggagas Syuhada Jazz 2019, Aji Wartono berharap, pertunjukan musik jaz kembali menguatkan kesan bahwa sebagai masjid cagar budaya, Masjid Syuhada merupakan masjid yang terbuka dan merangkul masyarakat dengan berbagai latar belakang agama maupun etnis.

Musik jaz, kata dia, merupakan genre musik yang paling tepat untuk mewakili tujuan itu. Pasalnya, jaz merupakan musik yang fleksibel dan mampu melebur dengan berbagai genre musik lainnya, baik yang bernuansa tradisi hingga islami.

"Jaz ini hanya sebagai medium saja untuk mengundang orang berkumpul dan bersilaturahmi," kata Aji yang juga pendiri Wartajazz itu.

Selain menampilkan enam grup band jaz, yaitu Lav, Berdua Saja, Tricotado, Praz, Nu Shopian Kolinus Project, serta Berdua Saja, acara yang digelar hingga pukul 23:00 WIB itu juga menghadirkan Ustadz Wijayanto.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement