Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Suriah Pamerkam Lukisan Mozaik Kuno

Selasa 08 Oct 2019 16:00 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Damaskus

Damaskus

Foto: Womanitely
Lukisan itu memuat gambar dua ekor domba yang dikelilingi lingkaran besar

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS --- Museum Nasional Suriah memajang lukisan mozaik kuno pada Senin (7/10). Lukisan itu diambil baru-baru ini dari Kanada melalui bantuan ekspatriat Suriah. Museum Nasional Suriah pun mengundang para jurnalis di Damaskus untuk meliput kembalinya lukisan mozaik itu.   

Menurut informasi lukisan itu tingginya 347 cm dan lebar 273,5 cm. Lukisan itu memuat gambar dua ekor domba yang dikelilingi lingkaran besar dengan gambar berbagai jenis burung. Lukisan itu diperkirakan berasal dari abad ke-5. Meski demikian belum diketahui dimana lukisan itu ditemukan di Suriah pertama kali. Beberapa informasi menyebutkan bahwa lukisan itu kemungkinan bagian dari gereja atau lantai biara yang mungkin berada di barat laut Suriah.

Karya bersejarah itu dijarah dari Suriah bersama sejumlah artefak lainnya. Benda bersejarah itu diselundupkan ke Kanada pada abad terakhir tahun 90an. Saat itu sekitar 34 keping benda bersejarah Suriah ditemukan di museum Montreal. 

Setelah melalui diskusi, otoritas Suriah mengambil semua artefak curian yang ditemukan di Montreal. Sebagai ucapan terimakasih, Suriah pun mengizinkan Museum Montreal memamerkan lukisan mozaik itu dengan syarat mengembalikannya ke Suriah pada 2011 lalu. Tetapi, Kanada menak mengirim lukisan itu kembali ke Suriah pada 2011. 

Namun baru-baru ini seorang ekspatriat Suriah yang bertugas sebagai mediator mengembalikan lukisan itu ke Suriah. Direktur jenderal museum dan barang antik Suriah, Mahmoud Hammoud mengatakan bahwa ratusan ribu artefak milik Suriah telah diselundupkan ke luar negeri selama perang yang terjadi di Suriah. Barang-barang bersejarah digali secara ilegal oleh pemberontak.

“Jumlah artefak yang telah dijarah dari negara kami diperkirakan mencapai ratusan ribu dan bagian yang sulit bahwa benda-benda itu tak berdokumen, itu sebabnya sulit untuk dipulihkan. Dengan begitu kita telah kehilangan banyak warisan nasional kita,” kata Hammoud seperti dilansir Xinhua pada Senin (7/10).

Asisten menteri kebudayaan, Tawfiq AL Imam mengatakan bahwa pemerintah Suriah bertekad untuk mengembalikan artefak yang dicuri. 

“Hari ini kami memulihkan lukisan mozaik ini, dan kami juga berencana untuk mengambil apa yang telah dijarah untuk ditempatkan lagi di museum nasional kami, karena artefak ini  adalah warisan Suriah,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA