Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Bird: Mohamed Salah Menginspirasi Saya Jadi Seorang Muslim

Ahad 06 Oct 2019 05:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Teguh Firmansyah

Striker Liverpool, Mohamed Salah, melakukan selebrasi usai menggetarkan gawang Newcastle United dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (14/9).

Striker Liverpool, Mohamed Salah, melakukan selebrasi usai menggetarkan gawang Newcastle United dalam laga Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (14/9).

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Bird mengaku sebelumnya tak menyukai semua tentang Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pesepak bola asal Mesir, Mohamed Salah telah menginspirasi pria asal Inggris, Ben Bird untuk menjadi seorang muslim. Bird menganggap Salah sebagai orang Islam pertama yang ia kenal. Bird ingin sekali bertemu, dan berjabat tangan dengan pemain dari klub Liverpool ini.

Baca Juga

"Mohamed Salah benar-benar dan sejujurnya ​​mengilhami saya. Saya ingin bertemu dengannya, hanya untuk berjabat tangan dan mengatakan 'Cheers' atau 'Syukron'," kata Bird dilansir dari Guardian, Sabtu (5/10).

Sebelumnya, Bird mengaku tidak menyukai semua hal tentang islam. Ia pun merasa malu jika harus mengungkapkan semua hal tentang islam pada waktu belum mengenal ajaran ini. Menurut Bird, islam merupakan agama, budaya dan berasal orang-orang terbelakang.

"Mereka tidak berintegrasi dan ingin mengambil alih. Saya selalu memandang orang-orang Muslim (ibarat) gajah dalam ruangan. Saya memiliki kebencian terhadap Muslim," kata dia.

Akan tetapi gelarnya dalam Middle Eastern Studies di University of Leeds mulai mengubahnya. Pada saat itu ia ingin mengambil disertasi, dan ingin melakukan sesuatu yang berbeda.

Awalnya, pembimbingnya memberikan usulan terkait dengan lagu Mohamed Salah, baginya itu cukup menarik. Namun Bird memutuskan untuk mengambil yang lainnya. Kemudian akhirnya ia mendapatkan tema perihal 'Mohamed Salah, a gift from Allah', apakah kinerja Salah turut berpengaruh untuk memerangi Islamophobia di media dan politik.

Kampusnya memberikan Bird kesempatan untuk bertemu dengan pelajar dari Arab Saudi. Bird sebelumnya menganggap mereka merupakan orang jahat. Namun ternyata setelah bertemu, hal tersebut tidak terbukti. Mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah ia temui. Pemikiran Bird dahulunya perihal negara-negara Arab telah hilang.

Di universitasnya, ia telah mewawancarai mahasiswa Mesir. Saat mereka mengetahui tetang penelitian Bird perihal Salah, maka mereka akan berbicara tentang pesepak bola berusia 27 tahun itu selama berjam-jam. Terkait betapa hebatnya Salah, dan yang telah ia lakukan untuk negaranya.

Di antara satu orang Mesir yang ia ajak bicara, menyatakan Salah secara benar mengikuti Islam. Ia percaya bahwa Salah telah membuat orang kembali mencintai Muslim.

"Itu benar-benar selaras dengan saya. Ketika Salah mencetak skor, saya pikir dia mencetak gol untuk iman.  Ketika dia memenangkan Liga Champions saya berkata kepada teman saya bahwa itu adalah kemenangan bagi Islam. Salah mempraktikkan sujud, dan memperlihatkan simbol yang sangat Islami kepada dunia. Berapa banyak orang yang menonton Liga Premier setiap pekan? Jutaan orang secara global," papar Bird.

"Salah menunjukkan kepada saya bahwa Anda bisa menjadi normal sebagai seorang Muslim. Anda bisa menjadi diri sendiri. Dia pemain hebat dan dihormati oleh komunitas sepakbola dan politik, agamanya, tidak masalah, dan bagi saya itulah yang bisa dilakukan sepakbola," ucap Bird menambahkan. 

Bird mengungkapkan, Islam tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang telah digambarkan oleh media. Saat membaca Alquran atau yang lainnya perihal ajaran ini, ada sesuatu yang berbeda.

Menurut Bird, tidak mudah memang masuk ke dalam islam, karena ini merupakan perubahan gaya hidup. Bird juga tengah berusaha mengubah pola hidupnya. Biasanya saat ada pertandingan ia kerap pergi ke sebuah pub, memasang taruhan, dan menyadari ia kehilangan banyak uang. 

"Sulit ketika Anda terbiasa dengan budaya seperti itu dan itu adalah bagian dari sepakbola bagi banyak orang," kata dia.

Hingga kini ia masih terus belajar mengenai Islam. Ia pun mulai bergabung dengan komunitas Islam. "Sekarang saya memiliki seperlima dari populasi dunia sebagai saudara dan saudari," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA