Ahad 29 Sep 2019 20:50 WIB

Syekh Misyari Rasyid Ingatkan Cara Baca Al-Fatihah di JCC

Imam dan Qari Syekh Misyari Rasyid mengajarkan cara membaca Al-Fatihah di Senayan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Yudha Manggala P Putra
ari dan Imam asal Kuwait Syekh Misyari Rasyid Al'afasy
Foto: Youtube
ari dan Imam asal Kuwait Syekh Misyari Rasyid Al'afasy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Qari dan Imam asal Kuwait Syekh Misyari Rasyid Al'afasy mengingatkan dan mencontohkan cara membaca surat Al-Fatihah dan sejumlah surat pendek kepada ratusan jamaah di JCC Senayan, Jakarta, Ahad (29/9). Surat pendek yang diajarkan di antaranya Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Syekh Misyari memulainya dengan mencontohkan membaca surat Al-Fatihah. Dia tampak memberi penekanan pada perbedaan lafal shad dan sin pada ayat "Ihdinash-shirathal mustaqiim".

Baca Juga

Selain itu dia juga mengingatkan soal panjang-pendek saat membaca Al-Fatihah. "Waladh-dhaaaaaalliin, sit (enam) harakaat," kata Syekh Misyari mengingatkan. Setelahnya, ia juga melantunkan dan mencontohkan cara membaca surat Al-Ikhlas hingga An-Naas.

Syekh Misyari datang ke Indonesia untuk menghadiri acara bertema "Cahaya Alquran, Meraih Hidayah Ar-Rahman" di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (29/9). Acara ini digelar AQL Islamic Center bersama Maskanul Huffadz. 

Syekh Misyari sempat mengimami shalat Isya ratusan jamaah di JCC Senayan. Selepas shalat Isya, dia memimpin pembacaan doa.

Dalam acara ini hadir juga Wasekjen Zaitun Rasmin, Ustaz Bachtiar Nasir, serta sejumlah influencer Muslim seperti Ria Ricis, Salim Bahanan, Muzammil Hasballah, dan Utsman Baco.

Dalam kesempatan itu, Muzammil mengakui bahwa semua yang hadir pada agenda ini tentu ingin bertemu dengan qari Syekh Misyari Rasyid Al'afasy. "Tentunya semua yang hadir di sini itu menunggu kedatangan Syekh Misyari. Setahu saya Syekh Misyari pertama kali datang ke Indonesia. Tapi kenapa kita ingin bertemu? Sebetulnya bukan karena Syekh Misyari-nya, tapi karena Alqurannya," tutur dia dalam acara tersebut.

Bahkan, lanjut Muzammil, teman-temannya dari Bandung juga ikut hadir. "Teman saya, para hafiz Alquran yang hafalannya siang malam di-muraja'ah, masya Allah. Semua di sini ingin mendapatkan inspirasi Alquran, karena Alquran itu mulia," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement