Senin 23 Sep 2019 14:28 WIB

Dompet Dhuafa Sediakan Ruang Bebas Asap

Sebanyak 2.637 warga menderita ISPA di Kalimantan Tengah akibat asap.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Gita Amanda
Disaster Managemen Centre (DMC) Dompet Dhuafa untuk terjun dalam membantu proses pemadaman serta memberikan masyarakat layanan bagi yang terdampak dari kabut asap.
Foto: dompet dhuafa
Disaster Managemen Centre (DMC) Dompet Dhuafa untuk terjun dalam membantu proses pemadaman serta memberikan masyarakat layanan bagi yang terdampak dari kabut asap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga kini kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Sejumlah bantuan sosial sudah mengalir deras dari berbagai wilayah, termasuk ibu kota.

Dompet Dhuafa melalui tim Disaster Management Centre (DMC) juga berkontribusi membantu para korban kabut asap. Selain melaksanakan program kesehatan, DMC juga menggelar kegiatan edukasi di Sekolah Aman Adap (Safe School) yang berada di MI Al Jihad, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca Juga

Dalam kegiatan tersebut DMC bersama relawan memberikan sosialisasi safe school dan tata cara melindungi diri dari bahaya kabut asap. Safe school juga dirancang sedikit berbeda dengan konsep sekolah pada umumnya.

Safe school ini dilengkapi dengan kipas pembuangan udara (exhaust fan) dengan arah angin yang mengarah ke sumber polutan. Terdapat pula tirai kain di seluruh jendela dan pintu dari sisi dalam sekolah. Kondisi ruangan juga dipastikan selalu lembab, maka akuarium berisi ganggang diletakkan secara khusus di belakang kelas.

Akuarium itu terpasang lampu ultraviolet atau LED untuk membantu proses fotosintesis. Selain akuarium, kelas juga dilengkapi dengan pot tanaman hias seperti lidah mertua, sirih gading, suplir, maupun lili paris.

Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa, Benny mengatakan, sebanyak 2.637 warga menderita ISPA di Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Barito Utara, Kapuas, dan Kotawaringin Barat. Penderita ISPA di wilayah lain seperti Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, dan Sukamara juga tinggi, mencapai 100 orang.

“Hingga siang ini, aktivitas belajar berjalan lancar, orang tua dan murid sangat antusias dalam program ini, selain pendidikan aktif kembali, edukasi dini mengenai kabut asap serta pencegahan dari dampak tersebut sangat penting,” kata Benny dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Senin (23/9).

Sementara itu di Sumatera, Dompet Dhuafa Riau telah membagikan sekitar 7.311 masker dan mendirikan lima titik safe house, satu titik pos medis dan promosi kesehatan. Dompet Dhuafa Riau juga mengajak masyarakat untuk shalat istiqo. Selain menyediakan mobile klinik, Dompet Dhuafa Riau juga memberikan 150 multivitamin sebagai tindak lanjut layanan kesehatan.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa sudah beberapa kali membentuk safe house yang memang difokuskan untuk korban kabut asap, khususnya anak-anak. Safe School ini berfungsi sebagai ruangan bebas asap yang dilengkapi tabung oksigen, air purifier, serta dilengkapi dengan kegiatan sosialisasi edukasi seputar bencana kabut asap kepada anak-anak.

Sejauh ini Dompet Dhuafa sudah menurunkan 40 personil yang terdiri dari Tim DMC 8 orang, Tim Kaltim 7 orang, Tim Sumsel 15 orang, Tim Riau 6 orang dan Tim Kalteng 7 orang. Sementara 7 unit mobil operasional yang terdiri 1 mobil ambulans hingga 6 mobil taktis dan 2 unit motor operasional.

“Untuk jumlah keseluruhan penerima manfaat untuk wilayah sumatera dan kalimantan yang terkena asap sejumlah 46.273 jiwa,” tutup Benny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement