Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Jumlah Kata Air dalam Alquran dan 4 Cara Kehadirannya

Senin 23 Sep 2019 13:48 WIB

Rep: Ali Yusuf / Red: Nashih Nashrullah

Warga mengambil air (ilustrasi)

Warga mengambil air (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Air sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Alquran mengulang istilah air sebanyak 63 kali. Air atau (ma') dalam bentuk nakirah dan (al-ma') dalam bentuk ma’rifat tersebar dalam 42 surah dalam Alquran.

Baca Juga

Hal ini mengisyaratkan bahwa air, menurut Alquran, merupakan sumber kekayaan alam yang sangat penting, berharga dan memiliki daya gunaan dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, binatang dan tumbuhan.

Menurut H Asep Usman Ismail dalam bukunya "Alquran dan Kesejahteraan Sosial", ada empat kata kunci untuk menjelaskan eksistensi, manfaat, dan kegunaan air menurut Alquran.

Pertama Alquran menggunakan kata kunci "anzala" yang berarti menurunkan. Selain menggunakan kata anzala Allah juga menggunakan kata yang dekat maknanya dengan menurunkan kata "shabba" yang berarti mencurahkan air dari langit. "Yang menjadi pelaku kata "anzala" yakni menurunkan adalah Allah yang diungkapkan dalam bentuk kata "ism al-jalalah" kata ganti kami atau dia," kata H Asep.

Sementara asal air itu oleh Alquran disebut "min-as-sama" dari langit. Sedangkan tempat yang menjadi penampung air yang turun dari langit itu adalah al-ardl yaitu bumi. Kata kunci kedua Alquran menggunakan "asqa" yang berarti menyiram atau memberi minum. 

Allah menjadi subjek kata "asqa". Penggunaan istilah "asqa" memiliki dua pengertian. Pertama dengan air yang diturunkan dari langit Allah menyirami tumbuhan agar tumbuhan subur, kedua dengan air, Allah memberi minuman manusia dan hewan.

“Sehingga keduanya mendapat kesempatan untuk menjaga kelangsungan hidup dan mengembangkan kualitas hidupnya bagi kebaikan manusia," katanya.

Kata kunci ketiga "ahya" yang berarti menghidupkan. Maksudnya bahwa tujuan Allah menurunkan air dari langit ke bumi hingga sebagian air tersebut tersimpan di dalam perut atau di permukaan bumi, bukan hanya untuk memberi minum manusia dan hewan, serta menyirami tumbuhan melainkan secara makro, air untuk menghidupkan bumi agar bumi menghasilkan manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. 

Kata kunci keempat menggunakan "akhraja" yang berarti mengeluarkan. Maksudnya bahwa Allah dengan menurunkan air dari langit ke bumi, agar bumi itu mengeluarkan hasil-hasil bumi untuk kesejahteraan manusia.

Surah al-A'raf ayat 57 menerangkan tentang eksistensi atau terjadinya siklus air turun ke bumi. "Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung kami halau ke satu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran."

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA