Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Tiga Warisan Dinasti Seljuk

Ahad 22 Sep 2019 18:02 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

  Salah satu bentuk arsitektur Seljuk, Momine Khatun Mausoleum di Nackhvian, Azerbaijan.

Salah satu bentuk arsitektur Seljuk, Momine Khatun Mausoleum di Nackhvian, Azerbaijan.

Foto: steppes.proboards.com
Dinasti Seljuk didirikan oleh Tughril Beg dan Chaghri Beg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti Seljuk didirikan oleh Tughril Beg (990-1063) dan saudaranya Chaghri Beg (989-1060) pada 1037.Dinasti ini terbentuk di dekat Laut Aral, Seljuk, lalu ke Khurasan dan kemudian ke daratan Persia, sebelum akhirnya menaklukkan Anatolia.

Di sini Seljuk memenangkan pertempuran Manzikert pada 1071 dan menaklukkan sebagian besar Anatolia dari Kekaisaran Bizantium, yang menjadi salah satu alasan untuk perang salib pertama (1095-1099).

Dari tahun 1150-1250, pengaruh Seljuk menurun sehingga diserang oleh bangsa Mongol sekitar tahun 1260. Bangsa Mongol membagi Anatolia menjadi emirat. Akhirnya salah satu dari ini, Ottoman, akan menaklukkan sisanya.

Seljuk menjadi nama dinasti yang menya tukan politik yang retak di dunia Islam timur dan memainkan peran kunci dalam Perang Salib pertama dan kedua. Selain budaya dan bahasa, Seljuk juga me mainkan peran penting dalam pengem bang an tradisi Turki- Persia. Beberapa pening galan Dinasti Seljuk adalah sebagai berikut.

Menara Tugrul

Ini merupakan monumen abad ke-12, yang terletak di Kota Rey, Iran. Letaknya dekat Kastil Rashkan. Menara bata setinggi 20 meter ini adalah makam penguasa Seljuk Tugrul Beg, yang meninggal di Rey pada 1063.Awalnya, seperti monumen lain pada masanya, itu ditutup oleh kubah berbentuk kerucut. Namun, kini kubah runtuh saat gempa.

Ketebalan dinding bervariasi dari 1,75 hingga 2,75 meter. Diameter dalam dan luar masing-masing adalah 11 dan 16 meter. Bentuk luarnya adalah poligon dengan 24 sudut dalam desainnya. Di bagian atas menara prasasti Kufic awalnya dapat diamati. Naser al-Din Shah memerintahkan beberapa renovasi di bagian atas menara yang runtuh pada tahun 1884.

Menara Kharraqan

Menara ini dibangun pada 1067 dan 1093, di wilayah Kharraqan di Iran utara, dekat Qazvin. Mereka terkenal dengan ornamen geometris dan merupakan contoh awal kubah ganda. Menara ini juga adalah salah satu menara makam yang muncul di Seljuk Iran pada abad ke-11.

Strukturnya berbentuk bata segi delapan dengan tinggi 13 meter. Masing-masing sisinya selebar 4 meter. Dinding bagian dalam makam yang lebih tua dihiasi dengan lukisan dari berbagai subjek. Menara timur berasal dari 1067-68, dan menara barat berasal dari 1093. Menara-menara ini adalah contoh arsitektur yang tersisa yang ada selama periode Seljuk di Persia abad pertengahan.

Masjid Alaeddin

Bangunan tersebut merupakan monumen utama di benteng Konya, Turki. Fungsinya sebagai Masjid Tahta untuk Sultan Rum dan menjadi lokasi makam dinasti. Masjid ini dibangun secara bertahap antara pertengahan abad ke-12 dan pertengahan ke-13. Baik benteng maupun masjid menyandang nama sultan 'Ala al-Din Kayqubad I.

Menara dengan mihrab marmer dibangun pada tahun 1891. Kemudian, pintu timur merupakan pintu masuk sebagian besar pengunjung masjid. Pintu ini berasal dari periode Ottoman. Sayap timur masjid, dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Bizantium dan tiang kolom Helenistik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA