Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Rapat Pleno PBNU Rekomendasikan Pola Dakwah Dimodifikasi

Ahad 22 Sep 2019 00:39 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersama tamu kehormatan lainnya, saat menggelar jumpa pers disela-sela Rapat Pleno PBNU 2019 di Ponpes Al Muhajirin, Purwakarta, Jumat (20/9)

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersama tamu kehormatan lainnya, saat menggelar jumpa pers disela-sela Rapat Pleno PBNU 2019 di Ponpes Al Muhajirin, Purwakarta, Jumat (20/9)

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Perubahan, modifikasi dan migrasi pola dakwah perlu dilakukan oleh kalangan NU

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Al Muhajirin Purwakarta sudah tuntas berlangsung selama dua hari pada 20-21 September 2019. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, di Purwakarta, Sabtu (21/9) mengatakan selain mendengarkan laporan 13 badan otonom (banom) dan 18 lembaga-lembaga di bawah naungan PBNU, rapat pleno PBNUjuga membahas beberapa masalah keorganisasian serta isu-isu aktual.

Baca Juga

Atas isu-isu aktual yang terungkap dalam rapat pleno tersebut, dia mengatakan, maka perubahan, modifikasi dan migrasi pola dakwah perlu dilakukan oleh kalangan Nahdlatul Ulama, guna merespons tantangan zaman. Selanjutnya, menurut dia, rapat pleno itu merekomendasikan agar seluruh perangkat organisasi Nahdlatul Ulama menjadikan bidang dakwah melalui media sosial sebagai kesadaran gerakan organisasi.

"Gerakan dakwah di media sosial tidak boleh berhenti hanya sebatas dilakukan secara sporadis dan bersifat non-organisatoris," katanya.

Nahdlatul Ulama juga harus memprioritaskan program mencetak dai muda pesantren dan kader Nahdlatul Ulama yang bisa dijadikan rujukan bagi media mainstream dan media sosial. Rekomendasi lainnya ialah memberikan basis pemahaman dan kompetensi media digital bagi dai-dai muda untuk keperluan dakwah.

"Dai-dai Nahdlatul Ulama harus dibekali dengan wawasan literasi media sosial, sehingga mampu beradaptasi dengan tantangan zaman," katanya.

Rapat Pleno PBNU yang digelar di Purwakarta itu juga merekomendasikan agar lembaga banom di kalangan pelajar dan mahasiswa (IPNU, IPPNU dan PMII) ikut memangkas pertumbuhan gerakan konservatisme yang bersemai di kalangan sekolah dan Perguruan Tinggi.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA