Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Manuskrip qumran Hingga Quran: Pola Lingustik Bahasa Semit

Rabu 11 Sep 2019 05:07 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Alquran Tua di Pulau Alor-Pantar

Terjamahan Alquran berbahasa ibrarni.

Foto:
Pola Linguistik Bahasa Semit Bertahan 1000 Tahun

Sejajar dengan penjelasan RASHI, teks Aramaic yang termaktub dalam Targum Onkelos tersebut, ternyata juga tertulis frase דם זרעין (dam zar'iyn), lit. "darah keturunan-keturunan" (blood of children) yang merujuk pada darah dari anak keturunan Habel. Dengan demikian, istilah דמי (demey), lit. "darah-darah" yang merujuk pada bentuk kata benda jamak (plural) yang dikaitkan dengan nama Habel, sebenarnya tidak bermasalah. Fakta gramatikal versi Torah ini sebagaimana penggunaan istilah דמים (damim), lit. "darah-darah" dalam versi Quran yang merujuk pada bentuk kata benda jamak (plural) yang dikaitkan dengan nama Adam sebagai Khalifah. Jadi hal ini sebenarnya juga tidak bermasalah. Penjelasan RASHI ini sekaligus merupakan jawaban/ analisis kritis atas penggunaan דמים (damim) atau דמי (demey) yang dikaitkan dengan nama Adam atau pun nama Habel. Istilah דמים (damim) ini merujuk pada "darah Adam dan darah keturunan (generasi) Adam", sedangkan istilah דמי (demey) juga merujuk pada "darah Habel dan darah keturunan (generasi) Habel.

Pola penggunaan kata benda jamak (plural) yang mengaju pada person tunggal (singular) ini sangat menarik bila dikaji berdasarkan studi filologis atau linguistik historis. Ini merupakan artefak linguistik budaya, terkait ciri induk bahasa Semit (Semitic language), dan bukan hanya mengacu pada bahasa Arab (Arabic language), atau pun mengacu pada bahasa Ibrani (Hebrew language) saja. Istilah דמי (demey), lit. "darah-darah" (plural) yang konteksnya mengacu kepada nama Habel, ternyata diksi ini termaktub dalam kitab Torah versi Naskah Laut Mati (Dead Sea Scrolls) Abad ke-3 SM. Sementara itu, istilah الدماء (ad-dima'), lit. "darah-darah" (plural) yang konteksnya mengacu kepada nama Adam yang disebut sebagai خليفة (khalifah), ternyata diksi ini juga muncul dalam versi Quran sebagai teks Arab kuno era kenabian, yakni Abad ke-7 M. Dengan demikian, pola gramatika Semitik ini telah bertahan selama 1000 tahun (10 Abad). Ini merupakan bentuk pemertahanan kaidah gramatika bahasa Semitik yang amat kentara dan menakjubkan, yang dokumentasinya terekam dalam bahasa Ibrani versi teks Qumran hingga bahasa Arab versi teks Quran.

Semua manuskrip Sefer Bereshit (kitab Kejadian) yang berupa gulungan-gulungan dari naskah Qumran, nas yang termaktub dalam teks Bereshit 4:10 tertulis dengan menggunakan 3 aksara kunci, yakni דמי (Dalet - Mem - Yod), lit. "darah-darah/ bloods" (noun, plural). Naskah-naskah Qumran terkait teks Bereshit 4:10, tidak ada 1 pun manuskripnya yang tertulis dengan menggunakan 2 aksara kunci, yakni דם (Dalet - Mem), lit. "darah/ blood" (noun, singular). Sementara itu, dalam manuskrip Torah Samaria justru nas Bereshit 4:10 tertulis dengan menggunakan 2 aksara kunci, yakni דם (Dalet - Mem), lit. "darah/ blood" (noun, singular). Dengan demikian, ternyata ada perbedaan penulisan dan sekaligus perbedaan makna antara redaksional ayat dari teks Bereshit 4:10 antara versi Torah Masoret dan versi Torah Samaria. Padahal secara morfologis, 1 huruf י (Yod) ini bisa menyebabkan perubahan makna "singular" atau "plural." Apakah teks Bereshit 4:10 yang benar itu berbunyi דמי (demey) dengan menggunakan huruf י (Yod) atau berbunyi דם (dam) tanpa menggunakan huruf י (Yod), mana di antara kedua teks tersebut yang seharusnya dianggap "error" tersebut?

Bereshit 4:10 versi Torah Masoret

וימר מה עשית קול דמי אחיך צעקים אלי מן האדמה

Vay-yomer meh asitha qol demey achikha tze'aqim elay min ha-adam.

("Dan firman-Nya: "Apakah yang Engkau perbuat ini? Darah-darah (bloods) adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah"). Lihat Mark Shoulson. Torah: Girsah Yehudit ve Girsah Shomronit be Hashwa'ah. Torah: Jewish and Samaritan Versions Compared. A Side by Side Comparison of the Two Versions with the Differences Highlighted (New Jersey: Evertype, 2008), hlm. 10

Bereshit 4:10 versi Torah Samaria

וימר מה עשית קול דם אחיך צעק אלי מן האדמה

Vay-yomer meh 'asitha qol dam achikha tze'aqa elay min ha-adam.

("Dan firman-Nya: "Apakah yang Engkau perbuat ini? Darah (blood) adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah"). Lihat Mark Shoulson. Torah Girsah Yehudit ve Girsah Shomronit be Hashwa'ah. Torah: Jewish and Samaritan Versions Compared. A Side by Side Comparison of the Two Versions with the Differences Highlighted (New Jersey: Evertype, 2008), hlm. 11

Benyamim Tsedaka, dalam terjemahan kitab suci Torah versi Samaritan, juga menyebutkan frase "your brother's blood" bukan frase "your brother's bloods." Dengan demikian, Benyamim Tsedaka mengkonfirmasi bahwa teks versi Samaritan ternyata tertulis דם (dam), lit. "darah", bukan tertulis דמי (demey), lit. "darah-darah."

"And He said, What has you done? The voice of your brother's blood is crying to Me from the ground." Lihat Benyamim Tsedaka. The Israelite Samaritan Version of the Torah. First English Translation Compared with the Masoretic Version (Cambridge, UK: William B. Eerdmans Publishing Company, 2013), hlm. 11

Dengan demikian, bila penggunaan istilah Arab الدماء (ad-dima') dalam teks Quran atau istilah Ibrani הדמים (had-damim) dalam teks terjemahan Quran berbahasa Ibrani dianggap "error", maka penggunaan istilah Ibrani דמי (demey) dalam teks Torah atau istilah Arab دماء (dima') dalam teks Alkitab bahasa Arab seharusnya juga dianggap "error." Apakah Anda jujur utk menyatakan bahwa term דמי (demey) yang merupakan bentuk kata benda plural, sebagaimana teks yang termaktub dalam Sefer Bereshit 4:10 itu "error"? Silakan Anda menjawabnya sendiri.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA