Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

2 Alasan Muslim Indonesia Jadikan Belanda Destinasi Hijrah

Senin 26 Aug 2019 17:49 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Masjid Al Hikmah Den Haag

Masjid Al Hikmah Den Haag

Foto: PPI Den Haag
Muslim Indonesia banyak yang belajar ke Belanda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Belanda menjadi salah satu negara yang banyak didatangi umat Islam asal Indonesia. Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan Muslim Indonesia banyak hijrah ke Belanda.

Baca Juga

Salah satu pendiri Stichting Generasi Baru (SGB) di Belanda, Eko Hardjanto, mengatakan Belanda termasuk negara yang  banyak sekali komunitas orang-orang Indonesia karena adanya keterkaitan sejarah sebab dulu Belanda pernah menguasai Indonesia. “Dengan demikian, banyak sekali orang Indonesia yang hijrah ke sana,” ujar Eko saat berbincang dengan Republika.co.id di Jakarta Timur belum lama ini.

Kedua, lanjut dia, Belanda juga termasuk yang populer bagi mahasiswa Indonesia untuk meneruskan studi, sehingga banyak sekali orang Indonesa yang menempuh pendidikan di negeri kincir angin tersebut.

“Karena dua faktor inilah kemudian orang Indonesia di Belanda cukup banyak, komunitas semakin banyak dan membesar. Yang terakhir bahkan pada ‘90-an juga banyak orang Indonesia yang datang ke sana untuk bekerja, sehingga semakin bertambah jumahnya,” kata dia. 

Saat ini, menurut dia,komunitas Indonesia di Belanda sangat banyak. Bahkan, restoran-restoran Indonesia juga bertebaran di jalanan, sehingga orang Indonesia cukup populer di Belanda. 

Namun, seiring dengan itu kebutuhan akan tempat ibadah pun semakin meningkat.  “Orang Indonesia yang ke sana banyak yang Muslim, sehingga kebutuhan tempat ibadah pun semakin besar,” katanya.

Tidak hanya tempat ibadah, tambah dia, kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan anak orang Indonesia di sana untuk diperkenalkan terhadap Islam juga semakin besar. 

Karena itu, didirikanlah SGB sejak 2008 untuk memenuhi kebutuhan Muslim Indonesia di Belanda, seperti menfasilitasi penyelenggaraan ibadah, memberikan pengajaran Islam, dan lain-lain.

“Dan alhamdulillah sudah berjaan sejak 2008 sampai 2019 kegiatannya alhamdulillah sangat mendapat respons yang posiitif dari masyarakat di sana,” jelasnya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA