Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Kitab Mizan Al-Hikma Beri Gambaran Soal Timbangan

Kamis 22 Aug 2019 11:41 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim.

Ilmuwan Muslim.

Foto: Metaexistence.org
Risalah karya Al-Khazini ini merupakan sebuah ensiklopedia mekanik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Literatur puncak mengenai berat dan timbangan ini dihasilkan oleh ilmuwan Muslim, Abd ar-Rahman al-Khazini, sekitar 1120, melalui Kitab Mizan al-Hikma.

Baca Juga

Risalah karya al-Khazini ini merupakan sebuah ensiklopedia mekanik. Melalui karyanya tersebut, ia ingin memberikan gambaran tentang timbangan ideal yang dapat digunakan sebagai perangkat ilmiah universal dalam aktivitas perdagang an, hingga kemudian disebut balance of wisdom.

Timbangan ini mampu mengukur secara akurat berat benda padat dan cair. Menurut Prof Mohammad Abba touy yang dikutip laman Muslim heritage, paling tidak ada sekitar 30 risalah ilmuwan Muslim yang membahas tentang berat dan timbangan. Abbatouy mengatakan, risalahrisalah itu berasal dari abad kesembilan hingga ke-12.

Sebagian besar risalah tersebut belum pernah diedit atau dipelajari, dan hanya ada satu atau beberapa salinan. Dalam upaya merekonstruksi risalah-risalah tersebut, Abbatouy bekerja sama dengan Max Planck Institute for the History of Science, Berlin. Menurut dia, risalah-risalah itu juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain itu, Abbatouy juga menya takan adanya kronologi terkait risa lah-risalah tersebut dan pengembangan timbangan oleh ilmuwan Muslim.

Pertama, ada teks-teks Yunani tentang mesin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Namun, penerjemahan itu juga merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi mekanika yang telah berkembang di dunia Islam. Kedua, teks-teks dalam risalah yang ditulis oleh ilmuwan Muslim pada periode abad kesembilan dan ke-12.

Tulisan-tulisan ini dibuat berbasis pada pengetahuan baru tentang berat. Sedangkan fase ketiga, meliputi risalah yang ada pada abad ke-14 hingga ke-19, yang mengo laborasi dasar teori pada tradisi-tradisi terdahulu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA