Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Keutamaan Mendamaikan Perselisihan

Rabu 21 Aug 2019 18:18 WIB

Red: Agung Sasongko

Umat Islam saat beribadah di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta (ilustrasi)

Umat Islam saat beribadah di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Seorang Muslim dengan Muslim yang lain, bagaikan suatu. bangunan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Setiap Muslim bersaudara. Seorang Mumin dengan Mumin yang lain, bagaikan suatu bangunan yang satu mengukuhkan yang lainnya.  Ajaran Nabi Muhammad SAW seperti tertera dalam sebuah hadis muttafaq 'alaih itu mengingatkan pentingnya persatuan dan persaudaraan di antara umat Islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, ajaran Rasulullah SAW itu kerap terlupakan. Perselisihan dan sengketa antara sesama umat Islam masih kerap terjadi. Tingkatannya mulai dari yang ringan dan bisa diselesaikan dengan mudah, hingga yang berpotensi menimbulkan kekerasan atau balas dendam.

Padahal,  Rasulullah SAW  begitu menekankan pentingnya aspek persaudaraan dalam masyarakat Muslim. Nabi Muhammad SAW selalu menghendaki agar  kehidupan umatnya  dipenuhi dengan harmoni, kesucian dan saling memahami.

''Rasulullah SAW  tak pernah bosan menganjurkan umatnya baik melalui ucapan maupun perbuatan untuk menjadi baik, ramah serta toleran,'' jelas Dr Muhammad Ali al-Hasyimi, dalam bukunya bertajuk It's My Life, Hidup Saleh dengan Nilai Spiritual Islam.

Menurut al-Hasyimi, tuntunan itu merupakan bagian dari usaha Rasulullah untuk memerhatikan kesejahteraan dan melindungi Muslim dari bahaya.  Rasulullah SAW menganjurkan agar umatnya segera mendamaikan saudaranya yang berselisih. Karena itulah. mendamaikan perselisihan merupakan salah satu perintah utama agama Islam.

Di tengah kesibukan dakwahnya, Nabi SAW senantiasa berupaya mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai. Dengan tindakan itu, Nabi ingin menegaskan bahwa Muslim berkewajiban mengedepankan rekonsiliasi. Alkisah, pernah suatu ketika, Rasulullah mendengar ada beberapa orang di antara Banu Amr ibnu Auf yang berselisih.

Segera saja Nabi SAW pergi bersama beberapa sahabat pergi untuk mencari solusi yang terbaik. Mendamaikan orang atau kelompok yang berselisih sangat dianjurkan. Alquran – pedoman hidup Manusia – menjelaskan keutamaan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang mengedepankan rekonsiliasi untuk mengakhiri perselisihan.

Dalam surat al-Hujurat ayat 10 Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.''

Sejatinya, saling bertikai hanya akan melemahkan umat. Dari kekhawatiran itulah, Imam al- Ghazali lantas memosisikan upaya mendamaikan selisih ke dalam salah satu dari 22 perkara hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya.

''Di mana ada peluang, damaikanlah perselisihan paham di antara kaum Muslimin,'' ujar Imam Ghazali menegaskan.  Lalu bagaimana caranya? Seperti dijelaskan Rasulullah SAW, pada tahap awal dapat dilakukan dengan mengucapkan banyak hal, salah satunya, dengan memberikan harapan kepada kelompok yang bertikai dan melembutkan hati mereka.

Dr Muhammad Ali al-Hasyimi memaknai perkataan-perkataan itu bukan termasuk jenis kebohongan yang haram. Dan orang yang mengucapkannya pun tidak dianggap sebagai pembohong dan seorang pendusta.

Syeikh Ibrahim bin Amir ar-Ruhaily mengungkapkan beberapa hal yang perlu dilakukan seorang Muslim dalam usaha meredam serta mendamaikan sengketa antarumat Islam. Menurut dia, jika perselisihan terjadi pada lingkup ilmiah, perlu bagi seorang Muslim mempelajari dalil-dalilnya dan mengetahui pendapat ulama terhadap masalah ini.  Sehingga, bisa mengambil sikap yang jelas dan tegas.

Selain itu, tidaklah dianjurkan untuk melakukan tindakan atau berkata yang bisa memperkeruh persoalan. ''Jadi, dia perlu memahami masalahnya dulu serta meneliti setiap perbuatan dan perkataannya,'' papar Syeikh Ibrahim.  Hanya saja, kata dia, akan lebih baik jika sedari awal perselisihan dapat dihindari.

Kunci utama untuk menghidari perselisihan,  ungkap Nabi SAW,  adalah dengan tidak berdusta, tidak membuat gurauan yang keterlaluan, serta jangan berjanji yang kemudian diingkari.

Gurauan yang menyakitkan dapat menimbulkan kebencian dan hilangnya rasa hormat. Mengingkari janji hanya akan menghancurkan orang. Dan, seorang Muslim sejati tak akan melakukan semua itu. Rasulullah SAW  tak suka dengan umat Islam yang saling berselisih.

''...Janganlah kalian berselisih, karena sesungguhnya orang sebelum kalian telah berselisih, hingga mereka binasa,'' sabda Rasulullah dalam sebuah hadis Sahih Bukhari.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA