Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Pesantren Al Ikhlash Kuningan Tuan Rumah MHQ Ke-5 Nasional

Senin 19 Agu 2019 14:36 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Pesantren Al Ikhlash Kuningan, Jawa Barat

Pesantren Al Ikhlash Kuningan, Jawa Barat

Foto: Republika/ Andian Saputra
Pesantren Al Ikhlash rutin menjadi tuan rumah MHQ.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash Kuningan, Jawa Barat, bersiap menjadi tuan rumah seleksi Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) ke-5 antarpesantren se-Indonesia tingkat nasional dan ASEAN 2019. 

Pengasuh Ponpes Modern Al Ikhlash sekaligus panitia seleksi MHQ untuk wilayah Jawa Barat II, Ustaz Ikmal Maulana Akbar, mengatakan seleksi MHQ yang dimotori Qatar Charity dan Ponpes Darunnajah itu memang berlangsung di 14 wilayah se-Indonesia.  

Baca Juga

Untuk di wilayah Jawa Barat, seleksi MHQ berlangsung di dua tempat, yakni wilayah Jabar I bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Garut pada 24-25 Agustus. 

Sementara untuk wilayah Jabar II bertempat di Ponpes Modern Al Ikhlash Kuningan. Ponpes Al Ikhlash Kuningan pun sudah ketiga kalinya menjadi tuan rumah seleksi MHQ itu.   

“Sejak 2017 Ponpes Al Ikhlash ditunjuk menjadi tuan rumah seleksi MHQ yang sudah berlangsung lima kali,” kata Ikmal kepada Republika,co.id pada Senin (19/8).   

Ikmal menjelaskan seleksi MHQ ke-5 meliputi beberapa kategori perlombaan di antaranya kategori MHQ 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, 25 juz, dan 30 juz. Dari setiap kategori hanya akan diambil dua peserta putra dan putri yang menjadi juara pertama. 

Sehingga total terdapat 12 peserta yang menjadi juara pertama dan maju pada tahap selanjutnya. Peserta yang berhasil lolos tahap seleksi, nantinya akan bisa mengikuti MHQ ke tingkat ASEAN yang akan berlangsung di Ponpes Modern Darunnajah Jakarta pada 5-6 Oktober mendatang.  

Ikmal mengatakan, dalam perlombaan nantinya panitia akan melakukan penilaian berdasarkan beberapa hal diantaranya kelancaran hafalan, cara memulai bacaan, cara berhenti, kefasihan bacaan, tajwid, hingga adab dalam membaca Alquran. Peserta harus mampu memperoleh penilaian minimal 80 dari tiap-tiap juri yang melakukan penilaian. “Kalau ada satu saja penilaian yang nilainya tidak memenuhi maka tidak akan lulus,” katanya.   

Hingga saat ini, ujar Ikmal, sudah terdapat 70 peserta baik putra maupun putri yang telah mendaftar untuk mengikuti seleksi MHQ ke-5 itu. Untuk wilayah Jabar II, peserta yang dapat mengikuti seleksi MHQ di Ponpes Modern Al Ikhlash adalah santri-santri yang berasal dari Pondok pesantren di Karawang, Subang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, Purwakarta, dan Kuningan.  

Setiap pesantren, kata dia,  dapat mengirimkan dua santri untuk mengikuti tiap kategori juz yang diperlombakan. Hanya saja, bagi pesantren yang mempunyai metode mengaji khusus Alquran atau pesantren tahfiz hanya dapat mengirimkan santrinya untuk mengikuti seleksi MHQ dengan kategori perlombaan mulai dari juz 10 hingga juz 30. 

Ikmal mengungkapkan rencananya, sehari sebelum pelaksanaan seleksi dilakukan pertemuan dengan masing-masing perwakilan pesantren untuk membahas tentang tata cara perlombaan. 

Sementara pelaksanaannya akan berlangsung pada 27 Agustus. Seleksi MHQ ke-5 di Ponpes Al Ikhlash juga rencananya akan dihadiri Bupati Kuningan, Acep Purnama. 

Sementara itu, selain bisa mengikuti perlombaan MHQ tingkat Asean di Jakarta, peserta yang lolos seleksi di wilayah Jabar II juga akan memperoleh sertifikat serta hadiah lainnya dari Ponpes Modern Al Ikhlash. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA