Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Catatan Manuskrip Pengobatan Utsmaniyah

Rabu 14 Agu 2019 17:17 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi suasana di Kerajaan Ottoman.

Ilustrasi suasana di Kerajaan Ottoman.

Foto: Arts.wallpapers.com
Manuskrip itu menjelaskan masalah belas kasihan dokter terhadap pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Prof Nil Sari dalam karyanya Osmanli Darussifalarina Tayin Edilecek Görevlilerde Aranan Nitelikler menjelaskan bahwa keadilan dan kesetaraan hak dalam penyembuhan medis merupakan norma etika penting dan nilai keadilan membantu perkembangan kepuasan sebagai kebaikan utama yang diharapkan dari dokter.

Baca Juga

Akdeniz menambahkan, seorang dokter yang berambisi untuk mencari uang dalam pekerjaannya, maka akan jauh dari keadilan dan kebenaran, akibatnya pasien tidak hanya akan dirugikan atau dibahayakan, tetapi rasa percaya pada dokter dan pengobatan akan hilang. Hal ini juga tercatat di dalam manuskrip pengobatan Turki Usmani. Manuskrip itu juga  menjelaskan masalah belas kasihan dokter terhadap pasien, dan dokter ini dianggap sebagai dokter yang dipercaya dengan baik.

Serafeddin Sabuncuoglu, seorang ahli bedah di abad ke 15 M, juga menyarankan agar seorang dokter tidak boleh mengobati penyakit untuk tujuan mendapatkan uang. "Jangan mencoba untuk melakukan penyembuhan pasien yang sia-sia. Ketika Anda dianggap baik, hati-hati dianggap tidak sopan, dianggap sangat gila uang. Tindakan murah hati akan melebihi kemuliaan dan ambisi Anda,"  tuturnya  dalam Cerrahiyetul Haniye.

Dokter bernama Nidai, menjelaskan, seorang dokter harus bisa melawan imbalan uang yang ditawarkan kepadanya. "Jangan gemar uang, puaslah dengan apa yang menjadi hakmu. Jangan menggilai keberadaan yang sementara ini. Hati-hati mengamati tujuan Anda. Bertingkah laku sewajar nyalah, sehingga Anda tidak akan menderita," pesan Nidai kepada para dokter.

Abbas Vesim juga menuturkan bahwa seorang dokter harus melawan uang yang bukan haknya dengan alasan pengobatan. Ia mengajarkan seorang dokter agar melawan, tidak menjadi ambisius dan tekun mengumpulkan uang.  "Ambisi terhadap harta benda dan uang akanmenurunkan penghormatan terhadap dokter dan tingkat kepercayaan pengobatannya," ujarnya menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA