Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Menag: Semua Orang Boleh Mendoakan Mbah Moen

Jumat 09 Aug 2019 00:12 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers kepada wartawan Media Center Haji di sela-sela acara Silaturahim NU se-Dunia yang ke-XVIII di daerah Jarwal, Makkah, Kamis (8/8). Menag meminta umat Islam bisa meneladani sosok KH Maimoen Zubair yang wafat di Makkah, pada Selasa (6/8). Sosok Mbah Maimoen dianggap sebagai tokoh umat dan milik bangsa.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers kepada wartawan Media Center Haji di sela-sela acara Silaturahim NU se-Dunia yang ke-XVIII di daerah Jarwal, Makkah, Kamis (8/8). Menag meminta umat Islam bisa meneladani sosok KH Maimoen Zubair yang wafat di Makkah, pada Selasa (6/8). Sosok Mbah Maimoen dianggap sebagai tokoh umat dan milik bangsa.

Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Lukman mengajak NU dan semua pihak mengambil keteladanan dari sosok Mbah Moen.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menegaskan semua orang boleh mendoakan KH Maimoen Zubair. Sebab, kiai yang wafat di Mekkah dan dimakamkan di Ma’la itu adalah milik seluruh bangsa Indonesia.

Baca Juga

“Itu menunjukkan bahwa almarhum almaghfurlah adalah milik semua orang, milik bangsa, tidak bisa lagi sekadar diekslusifkan milik kelompok tertentu saja, milik NU saja, lalu orang lain tidak boleh mendoakan,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Hotel Al Tayseer Tower Jarwal, Makkah, Kamis (8/8).

Ia memberikan sambutan dalam acara Silaturahim NU se-Dunia ke-18 yang digelar di Jarwal, Mekkah, dan dihadiri para tokoh, kiai, ulama, dan jamaah nahdliyin. Lukman mengajak NU dan semua pihak untuk berpikiran terbuka dan berlapang dada serta mengambil keteladanan dari sosok mbah moen .

“Semoga semakin banyak orang NU yang mampu meneladani Mbah Moen, dan kita termasuk di dalamnya,” katanya.

Menurut dia, di era tanpa batas seperti sekarang, semua pihak mesti berpikiran terbuka, berlapang dada, dan selalu mengambil ibrah dari setiap peristiwa. “Dua hari lalu, kita kehilangan guru kita KH Maimoen Zubair. Bukan hanya kita yang bersedih, alam pun turut berduka. Orang-orang dari berbagai kalangan merasa kehilangan sehingga doa terpanjat dari mana saja kiai, jemaah, habib, sampai pendeta,” katanya.

Doa di makam Mbah Moen sempat menjadi kontroversi di Tanah Air maka pada kesempatan itu Menag mengambil kesempatan untuk mengajak semua berpikiran terbuka. Di acara yang sama pula hadir 8 putra-putri Mbah Moen yang diberikan hak imunitas masuk ke Makkah oleh Pemerintah Arab Saudi dan mereka berangkat dari Tanah Air pada 7 Agustus 2019.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA