Rabu 07 Aug 2019 16:16 WIB

Menjaga Benteng Aleppo

Benteng Aleppo sampai hari ini masih berdiri megah di kota tua Aleppo, Suriah.

Benteng Aleppo di Suriah.
Foto: Guideoftravels.com
Benteng Aleppo di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Citadel Aleppo atau Benteng Aleppo sampai hari ini masih berdiri megah di kota tua Aleppo, Suriah. Benteng ini menjadi salah satu tujuan turis asing di kota Aleppo. Amfiteaternya pun masih berfungsi untuk konser musikal atau kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan.

Sebuah proyek restorasi dilakukan terhadap benteng ini pada 2000. Proyek itu dilakukan oleh Program Kota Bersejarah yang merekonstruksi dinding menara dan mengganti batu-batu yang hilang pada dinding dan lengkungan jembatan. Proyek ini juga termasuk penggalian bagian dalam istana benteng yang disinyalir menyimpan sisa periode kekuasaan Turki Usmani (Ottoman) di Aleppo.

Baca Juga

Restorasi ini juga dilakukan di istana Ayyubiyah dan memperbaiki portal muqarnasdan lantai marmernya. Pekerjaan tambahan difokuskan pada relokasi koleksi museum Benteng Aleppo yang saat ini terletak di barak Kesultanan Ottoman. Barak yang akan digunakan kembali sebagai fasilitas umum ini terletak di sudut tertinggi situs tersebut. Sehingga, pengunjung bisa melihat pemandangan yang menakjubkan ke arah kota.

Perbaikan tersebut juga meliputi erosi yang terjadi di lereng benteng dan perbaikan sistem drainase di parit yang memisah kan bukit kecil tempat benteng tersebut berdiri. Sebuah proyek skala perkotaan akan menguji kembali lalu lintas dan pergerakan pejalan kaki di sekeliling benteng. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesibukan lalulintas di sekeliling benteng, menyediakan fasilitas transportasi umum, lahan parkir, dan menambah zona pejalan kaki di sekitar parit benteng.

Upaya untuk menjaga Benteng Aleppo sebagai monumen selamat datang terhadap para pengunjung dan masyarakat lokal merupakan sebuah penghormatan kepada simbol kota Aleppo. Simbol kekuatan ini menjadi saksi selama berabad-abad dan membentuk sejarah kota tua Aleppo.

sumber : Mozaik Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement