Sabtu 03 Aug 2019 13:58 WIB

JK Harap Indonesia Jadi Contoh Negara Peradaban Islam

Islam jalan tengah yang menjadikan Indonesia di contoh negara-negara Islam.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan sembilan gedung fasilitas Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (3/8).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan sembilan gedung fasilitas Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (3/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SUMBAWA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Indonesia menjadi contoh peradaban Islam negara negara lain di era masa kini. Apalagi, menurut JK, Indonesia saat ini mengedepankan Islam wasathiyah atau Islam jalan tengah yang menjadikan Indonesia di contoh negara-negara Islam.

"Tentu harapan dunia Islam, harapan kita semua bahwa Indonesia mempunyai peran yang besar apalagi negara kita yang menganut wasathiyah yang moderasi tentu menjadi upaya yang penting," ujar JK saat meresmikan gedung fasilitas Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (3/8).

Menurut JK, konsep Islam Wasathiyah tersebut juga menjadikan kehidupan keagamaan Indonesia sebagai contoh negara-negara Islam lainnya. Namun, JK mengatakan terkadang bangsa Indonesia tidak menyadari banyak negara di dunia ini yang justru ingin mencontoh kehidupan toleransi keagamaan di Indonesia.

"Rasa bangga kita bahwa dari sekian sekian banyak negara-negara Islam di dunia ini, Indonesia termasuk negara yanh penuh kedamaian, demokratis dan bisa bekerja sama dgn seluruh bangsa ini," ujar JK.

Terlebih menurut JK, contoh peradaban Islam yang sebelumnya menganut kepada negara-negara Islam di Timur Tengah telah berubah. Hal ini karena konflik yang terjadi di negara-negara Islam Timur Tengah.

"Tentunya kalau zaman dulu orang yang kita kirim mahasiswa kita belajar ke Yaman, Libya disamping ke Al Azhar ke Mekkah, sekarang tentu tidak bisa jadi contoh yang baik sekarang  karena mereka sendiri penuh dengan konflik dan saling bunuh satu sama lain," ujar JK.

Untuk itu, JK berharap PMI Dea Malela menjadi lembaga pendidikan yang betul betul menjadi pusat ilmu pengetahuan dan keagamaan di Indonesia maupun negara lain. Sebab, JK menilai saat ini persoalan keumatan yang perlu perhatian adalah pendidikan.

 

"Tentu dapat kita bersaing dalam memajukannya apabila generasi muda kita dapat pendidikan yang baik, baik ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman dan juga tentu upaya kita mencapai tingkat amal yang tinggi daripada keagamaan," kata JK.

Dalam kesempatan itu, JK meresmikan sembilan gedung fasilitas Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (3/8). JK juga meletakan batu pertama untuk empat fasilitas baru pondok pesantren yang berada di kawasan perbukitan arah selatan Sumbawa besar tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement