Senin 29 Jul 2019 15:34 WIB

Syuhada yang Berjalan di Muka Bumi

Sahabat Rasul SAW ini berjulukan syuhada yang berjalan di bumi

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Hasanul Rizqa
Ilustrasi Sahabat Rasul
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Sahabat Rasul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok sahabat Rasulullah SAW, Thalhah bin Ubaidillah, dijamin masuk surga. Pahlawan Uhud ini telah melindungi Rasulullah dan mendapat gelar syahid yang berjalan di muka bumi.

Suatu ketika, Thalhah pergi ke Syam. Sebagai saudagar di sana, dia berdagang. Bersama kafilah dagang lainnya, Thalhah berangkat. Meski masih muda, Thalhah punya kelebihan dalam strategi berdagang. Ia cerdik dan pintar hingga dapat mengalahkan pedagang-pedagang lain yang lebih tua.

Tiba di Basrah, sebuah kota di wilayah Syam, para pedagang itu segera memasuki pasar. Saat itulah, peristiwa menarik dialami oleh Thalhah. Bahkan, peristiwa ini telah mengubah total garis hidupnya.

Tiba-tiba seorang pendeta berteriak-teriak, "Wahai para pedagang, adakah di antara tuan-tuan yang berasal dari Kota Makkah?"

Kebetulan Thalhah berdiri tak jauh dari pendeta itu. Segera ia menghampirinya. Ya, aku penduduk Makkah, sahut Thalhah.

"Sudah munculkah di tengah-tengah kalian orang yang bernama Ahmad?" tanya pendeta kepadanya.

"Ahmad, di mana? Ahmad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Bulan ini pasti muncul sebagai nabi penutup para nabi. Kelak ia akan hijrah ke negerimu, pindah dari negeri batu-batu hitam yang banyak pohon kurmanya. Ia akan pindah ke negeri yang subur makmur, memancarkan air dan garam. Sebaiknya engkau se gera menemuinya, wahai Anak Muda!" saran pendeta itu.

Ucapan pendeta itu begitu membekas di hati Thalhah. Ia segera menggaet untanya dan pulang kembali ke Makkah. Tak dihiraukannya kafilah dagang yang masih sibuk di pasar itu. Sampai di Makkah, Thalhah bertanya kepada keluarganya, "Apakah ada peristiwa penting yang terjadi di Makkah sepeninggalku?"

"Ada. Muhammad bin Abdullah mengatakan dirinya nabi. Abu Bakar memercayainya dan telah mengikuti apa yang dikatakannya," jawab mereka.

"Aku kenal Abu Bakar. Dia seorang yang lapang dada, penyayang, dan lemah lembut. Dia pedagang yang berbudi tinggi dan teguh. Kami berteman baik."

"Banyak orang yang menyukai majelisnya karena dia ahli sejarah Quraisy dan mengetahui silsilah keturunan suku itu," gumam Thalhah lirih.

Setelah itu, ia langsung mencari Abu Bakar dan menanyakan kabar yang didengarnya. "Benarkah Muhammad bin Abdullah telah menjadi nabi dan engkau mengikutinya?"

"Betul," jawab Abu Bakar.

Kemudian ia menceritakan kisah Muhammad SAW sejak peristiwa pertama di Gua Hira sampai turunnya ayat pertama. Tak lupa setelah itu, Abu Bakar mengajak Thalhah untuk masuk Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement