Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

TGB Bandingkan Indonesia dan Arab Soal Persatuan Bangsa

Kamis 25 Jul 2019 19:49 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi berbicara dalam Dialog Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi berbicara dalam Dialog Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Bangsa Indonesia beragam tetapi tetap satu dan rekat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi, menyatakan Indonesia terdiri atas beragam agama, suku, bangsa, dan golongan. 

Baca Juga

Perbedaan itu, menurut TGB begitu akrab disapa, membuat bangsa ini rekat. Bandingkan dengan Bangsa Arab, satu bangsa yang kerap berperang. Ada warisan tak terlihat yang merupakan kesepakatan pendiri bangsa. TGB mengajak seluruh pihak mensyukurinya.

"Jangan sampai kufur nikmat. Kalau kufur nikmat satu kaki di neraka," kata Ketua Umum PBNW tersebut. 

TGB melanjutkan, warisan para pendiri bangsa, bukan hanya tertulis seperti Pancasila, UUD 1945, dan dokumen metayuridis lainnya. Melainkan menurut TGB, warisan tak terlihat itu berupa kesepakatan untuk titik temu. 

Hal tersebut terlihat ketika hendak kemerdekaan 17 Agustus 1945, pembahasan dilakukan oleh pendiri bangsa dari beragam suku, agama, golongan, termasuk memiliki aliran pemikiran berbeda-beda.

"Bayangkan kalau Bung Karno berkeras dengan aliran politiknya, M Yamin dengan aliran politiknya, atau Syekh KH Wahid Hasyim dengan keagamaannya. Mereka dengan niat baik, merumuskan semuanya. Kita semua bisa mewarisi," kata TGB menambahkan. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA