Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Syafruddin Masuk Bursa Caketum PPP, Ini Respons DMI

Ahad 21 Jul 2019 04:40 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Rapat Pengurus DMI. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin (tengah) saat memimpin rapat di kantor pusat DMI di Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Rapat Pengurus DMI. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin (tengah) saat memimpin rapat di kantor pusat DMI di Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Foto: Republika/Fakhri Hermansyah
Nama Syafruddin mencuat dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi, Syafruddin akan tetap fokus mengurus DMI. Hal itu disampaikan Departemen Hubungan Antar Lembaga DMI Husain Abdullah untuk merespon disebutnya Syafruddin dalam bursa calon Ketua Umum PPP.

Husain menegaskan, Syafruddin tidak akan mengambil bagian dalam kontestasi calon ketua umum PPP yang kosong sejak M Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Pak Syaf tidak akan ambil bagian dalam kontestasi tersebut. Pak Syaf akan fokus  mengurus DMI, organisasi yang membawahi lebih dari 800 ribu mesjid di seluruh Indonesia," ujar Husain dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (20/7).

Meskipun, Syafruddin kata Husain, merasa terhormat diberi dukungan untuk menduduki posisi politik tertinggi di partai berlambang Ka'bah PPP. Namun, Husain mengatakan, karena besarnya tanggungjawab Syafruddin di Dewan Mesjid sebagai Ketua Harian, membuatnya, merasa lebih baik fokus di DMI.

"Dan kami di Dewan Mesjid Indonesia sangat mendukung pilihan ini.  Karena kedua duanya bermanfaat untuk umat,  sehingga kami semua di Dewan Mesjid menganggap Pak Syaf cukup memilih atau fokus salah satu diantaranya saja," kata Husain.

Apalagi, Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla ini menilai dengan tugas tugas yang diemban Dewan Mesjid ke depan terutama untuk meningkatkan layanan kepada jamaah agar mesjid semakin makmur, kian besar dan luas. Terutama dalam memberi pelatihan kepada ribuan pengelola atau takmir mesjid di seluruh Indonesia.

"Untuk berbagai bidang yang menjadi pendukung aktifitas mesjid; mulai dari manajemen pengelolaan mesjid, arsitektur mesjid, kualitas sound sistem, hingga perangkat perangkat mesjid lainnya," kata dia.

Sebelumnya, di sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang Banten, muncul kabar yang menyebut sejumlah nama diisukan menjadi calon pimpinan partai berlambang Ka'bah tersebut. Dua nama yang santer disebut untuk mengisi posisi ketua umum PPP adalah Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA