Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

ACT Kembangkan Lumbung Ternak Wakaf

Sabtu 20 Jul 2019 23:58 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Global Qurban ACT.

Global Qurban ACT.

Foto: act
LTW disebut berusaha menyerap peternak lokal dalam proses pengembangbiakan ternaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Global Qurban membentuk Lum bung Ternak Wakaf (LTW). Program ini merupakan bentuk pengelolaan wakaf di bagian hulu. Vice President Global Qurban ACT Hafidz T Mas'ud menjelaskan, program itu menyediakan dan mengembangbiakkan hewan ternak dari fase pembibitan hingga penggemukan. LTW disebut berusaha menyerap peternak lokal dalam proses pengembangbiakan ternaknya.

LTW di Blora sendiri dibangun pada 2015 di atas lahan sebesar 35 ha. Setiap tahun, hasil dari program ini membantu penyediaan hewan kurban bagi para pekurban di Global Qurban untuk pendistribusian Jawa dan sekitarnya. "Penggemukan bisa dilaku kan atas hewan yang lahir dari hasil indukan maupun pejantan baru," ujar Hafidz.

Pada fase breeding, seluruh bibit ternak diurus langsung di peternakan yang dimiliki LTW. Peternakan ini merupakan hasil dari pengelolaan dana wakaf pub lik. Aset wakafnya juga selalu dijaga oleh Global Wakaf. Pada fase fattening, anakan ternak hasil breeding lantas dikembangbiakkan oleh peternak-peternak lokal yang menjadi mitra LTW.

Ada kalanya, LTW membeli anak an para peternak lokal untuk selanjutnya dikembangbiakkan oleh mereka dengan pakan ternak yang disediakan. Hasil fattening ini nantinya menjadi hewan kur ban yang siap disembelih dan didistribusikan.

Hewan ternak yang dikembangbiakkan oleh LTW dikategorikan menjadi dua jenis, yakni ternak umum dan ternak dari wakaf para wakif. Saat ini LTW memiliki 275 ternak wakaf dan 11.926 ternak umum. Ternak wa kaf pun berada di kandang terpisah dan terus dijaga jumlahnya mengingat ternak tersebut merupakan aset wakaf. "Banyak yang merasakan perubahan ekonomi secara signifikan setelah berga bung dengan LTW. Pendapatan yang mereka terima berstandar UMR dan stabil," lanjut dia.

LTW disebut juga berusaha menjaga kestabilan harga ternak lokal. Ada kalanya harga ternak di hulu jatuh dan hal ini berimbas pada peternak-peternak yang mengembangbiakkan ternak dari fase breeding hingga fattening. Akibatnya, peternak ini merasa rugi ketika memasarkan ternak mereka. Namun, dengan berga bung dengan LTW, para ternak tidak lagi khawatir akan fluktuasi harga ternak yang ada.

Global Qurban juga membuka LTW di tiga lokasi, yakni Tasik malaya, Purwakarta, dan Aceh. LTW di Tasikmalaya mengembangbiakkan 4.600 kambing, 1.200 ekor di antaranya akan di kur bankan oleh Global Qurban. Sementara di Purwakarta, mere ka mengembangbiakkan 85 kam bing dan semuanya akan dikurbankan oleh Global Qurban. Un tuk LTW Aceh, mereka mengembangbiakkan 11 ekor dan masih tahap breeding.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA