Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Potensi Zakat di Jabar Capai Rp 26,8 Triliun

Rabu 17 Jul 2019 16:00 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Berzakat

Ilustrasi Berzakat

Foto: Republika/Mardiah
potensi zakat bisa untuk memberantas kemiskinan secara optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT----Potensi zakat di Indonesia khususnya di Jabar sangat besar. Menurut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar Arif Ramdani, berdasarkan hasil penelitian potensi zakat di Indonesia, mencapai Rp 233 triliun. Khusus Jabar, posisi potensi zakatnya ketiga secara nasional.

"Potensi zakat di Jabar mencapai Rp 26,845 triliun. Posisi Jabar ini setelah Jakarta dan Jatim. Mudah-mudahan kita bisa optimalkan potensi tersebut untuk memberantas kemiskinan secara optimal," ujar Arif di acara Gebyar Zakat Baznas ke 3, Rabu (17/7).

Arif menilai, pengelolaan zakat di Jabar sangat penting untuk membantu pemerintah menuntaskan kemiskinan. Di Baznas Jabar, rata-rata pengumpulan zakat meningkat 25 sampai 30 persen setiap tahunnya.

Adapun tujuan kegiatan Gebyar Zakat ini, untuk menguatkan komitmen bersama pimpinan Baznas mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menggairahkan pengumpulan zakat, mengkonsolidasikan zakat se-Jabar, dan menguatkan program zakat.

"Kegiatan Gebyar Baznas ini kami gelar sebagai syiar agar Baznas dikenal dan mendapat kepercayaan masyarakat. Sehingga, bisa menggugah dan membangun kesadaran masyarakat membayar zakat," katanya.

Arif mengatakan, kiprah Baznas di masyarakat cukup banyak. Mulai menyelesaikan masalah ekonomi, hutang piutang, hingga kebencanaan.

"Bahkan, sekarang sampai identik di masyarakat kalau ada kesusahan datang ke Baznas," kata Arif seraya bersyukur Baznas Jabar sudah memperoleh akreditasi A.

Sementara Bupati Garut Rudy Gunawan berharap Baznas akan memberikan kontribusi dalam membantu pemerintah mengentaskan angka kemiskinan. Saat ini, di Garut angka kemiskinannya masih 9 persen. Begitu juga, di Jabar rata-rata angka kemiskinannya 7 persen.

"Ini menjadi perhatian kita semua," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, ASN di Garut bahu-membahu dalam membayar zakat. Bahkan, Pemkab Garut memotong gaji ASN langsung dari gajinya untuk membayar zakat.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA